Pengembangan Media Virtual Tour Berbantuan Studio Panoee serta Efektivitasnya untuk Menigkatkan Literasi Sejarah dan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Model ADDIE
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Perkembangan teknologi telah memasuki berbagai aspek kehidupan
termasuk pendidikan. Hal tersebut membuat pendidik harus bisa memanfaatkan
kemampuannya untuk menciptakan hal baru dalam pembelajaran yang dapat
membuat peserta didik berperan aktif di dalamnya. Media pembelajaran yang
inovatif sangat dibutuhkan dalam penerapan Kurikulum Merdeka khususnya mata
pelajaran sejarah. Dalam dokumen tersebut terdapat pernyataan bahwa peserta
didik harus memiliki kemampuan literasi sejarah dalam mengkritisi dan
menyajikan informasi sejarah secara lisan, tulisan, dan/atau media lain, dan dalam
bentuk digital dan non digital. Sedangkan pada kenyataan dilapangan terdapat
beberapa permasalahan dalam implementasi pembelajaran sejarah. Organization
for Economic Co-operation and Development (OECD) secara konsisten
mengadakan penilaian kualitas pendidikan suatu negara melalui Program for
International Student Assessment (PISA) untuk mengevaluasi prestasi peserta
didik yang berusia 15 tahun dalam 3 tahun terakhir. Pada 2023 OECD melaporkan
skor PISA Indonesia pada tahun 2022 turun secara signifikan, bahkan skor literasi
membaca Indonesia menjadi yang terendah jika dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya. Sedangkan berdasarkan catatan Institut Statistik UNESCO
(UIS) dari 208 negara, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan literasi
mencapai 95,44%. Mengacu pada penelitian terdahulu, peserta didik memiliki
minat yang rendah pada pembelajaran sejarah, hal tersebut terjadi karena kegiatan
belajar di dalam kelas hanya mengacu buku wajib saja tanpa adanya sumber
belajar lain. Pembelajaran sejarah yang monoton akan menimbulkan rasa bosan,
hal itu akan berpengarauh pada hasil belajar peserta didik karena tidak bisa
menerima materi dengan baik. Analisis performansi yang telah dilakukan
menunjukkan hasil bahwa terdapat banyak kendala dalam pembelajaran sejarah di
dalam kelas. Selain itu, hasil asesmen diagnostik menunjukkan bahwa peserta
didik belum memahami materi sejarah secara mendalam.
Berdasarkan hasil analisis data tersebut, perlu adanya inovasi
pembelajaran yang dapat memperbaiki permasalahan-permasalahan yang ada. Hal
itu dapat dilakukan dengan melakukan penerapan media pembelajaran yang dapat
melibatkan peserta didik secara langsung dan aktif di dalamnya. Maka dari itu,
peneliti membuat rumusan masalah sebagai berikut ; (1) Bagaimana hasil
pengembangan media virtual tour berbantuan Studio Panoee dengan model
ADDIE ?; (2) Bagaimana hasil validasi ahli dari pengembangan media virtual
tour berbantuan Studio Panoee dengan model ADDIE ?; dan (3) Bagaimana
efektivitas media virtual tour berbantuan Studio Panoee dengan model ADDIE
terhadap peningkatan literasi sejarah dan hasil belajar peserta didik ?. Selanjutnya
tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui hasil Pengembangan
media virtual tour berbantuan Studio Panoee dengan model ADDIE; (2) Untuk
menghasilkan produk berupa media virtual tour berbantuan Studio Panoee dengan
model ADDIE yang tervalidasi ahli; dan (3) Untuk mengetahui efektivitas media
virtual tour berbantuan Studio Panoee dengan model ADDIE terhadap
peningkatan literasi sejarah dan hasil belajar peserta didik.
Metode dalam penelitian ini menggunakan model penelitian dan
pengembangan (R&D) yaitu ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analyze,
Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Selanjutnya, untuk uji efektivitas
dilakukan melalui desain quasi eksperimen yang melibatkan kelas eksperimen dan
kelas kontrol.
Hasil validasi ahli materi mendapatkan rata-rata skor adalah 4.18 (Above
Avarage) yang berarti produk yang dikembangkan layak digunakan tetapi perlu
revisi sedikit. Validasi ahli bahasa dengan rata-rata skor 4.10 (Above Average)
yang berarti produk layak digunakan dengan revisi sedikit. Sedangkan validasi
ahli media mendapatkan skor 4.52 (Above Average) yang berarti produk layak
digunakan dengan revisi sedikit. Pada uji coba pengguna pendidik menunjukkan
nilai 4.44 dengan standar kelayakan (Above Average) yang berarti produk layak
digunakan dengan revisi sedikit. Sedangkan hasil rata-rata nilai uji pengguna dari
ketiga peserta didik menunjukkan nilai 4.81 dengan standar kelayakan
(Outstanding) yang berarti produk layak digunakan tanpa perlu direvisi. Uji
efektivitas kelompok kecil menunjukkan nilai 0.934 yang dapat disimpulkan nilai
tersebut termasuk kriteria large effect. Sedangkan hasil uji efektivitas
menunjukkan nilai 0.908 yang dapat disimpulkan nilai tersebut juga termasuk
kriteria large effect. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan pada penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa media Candi Deres Virtual Tour yang dikembangkan
berdampak besar dalam meningkatkan literasi sejarah dan hasil belajar peserta
didik.
Media pembelajaran Candi Deres Virtual Tour yang dikembangkan
menggunakan model ADDIE terbukti layak dan efektif digunakan dalam
pembelajaran sejarah. Media ini telah divalidasi oleh para ahli dan diuji kepada
pendidik serta peserta didik dengan hasil yang sangat baik. Penggunaannya dalam
pembelajaran menunjukkan peningkatan literasi sejarah dan hasil belajar peserta
didik, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih nyata, menarik, dan
interaktif melalui pendekatan visual dan kinestetik. Berdasarkan temuan tersebut,
peneliti menyarankan agar pengembangan media serupa dapat dilanjutkan dengan
mengintegrasikan teknologi yang lebih imersif seperti augmented reality atau
virtual reality. Pendidik juga disarankan memanfaatkan media ini dalam
pembelajaran sejarah dan dapat mengikuti langkah pengembangannya sesuai alur
dalam penelitian. Selain itu, penting bagi pendidik untuk terus berinovasi dalam
menciptakan suasana belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi dan
kebutuhan peserta didik masa kini.
Description
Reuploud file repositori 5 maret 2026_Firli
