Perbedaan Kepatuhan Diet pada Lansia Hipertensi dan Lansia Normotensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Agregat lansia merupakan karakteristik kelompok yang berpotensi terjadinya berbagai macam perubahan seperti perubahan sosial, fisiologis, psikologis, dan spiritual. Semakin bertambahnya umur seseorang, maka semakin beresiko seseorang itu mengalami hipertensi. Hal ini berkaitan dengan perubahan struktural terkait dengan proses penuaan. Selain faktor umur, pola makan juga menjadi faktor resiko yang dapat mendukung terjadinya hipertensi. Pola makan yang dimaksud yakni pola makan yang sesuai dengan anjuran diet. Tentunya pola makan yang sesuai ini harus didukung dengan faktor kepatuhan diet pada lansia tersebut. Kepatuhan diet ini berkaitan dengan penuaan sehat yang sudah menjadi suatu rekomendasi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lansia hipertensi dan lansia normotensi, mengidentifikasi kepatuhan diet pada lansia hipertensi dan lansia normotensi, dan menganalisis perbedaan kepatuhan diet pada lansia hipertensi dan lansia normotemsi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control dengan cara pendekatan retrospective. Sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan menghasilkan sebanyak 94 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok case (lansia hipertensi) dan kelompok control (lansia normotensi). Kriteria lansia yang tidak dijadikan sebagai responden yaitu lansia yang menolak, memiliki penyakit komorbid, dan ketidaksesuaian antara tekanan darah pada saat screening ulang dengan laporan data yang ada di POSBINDU PTM. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner kepatuhan diet oleh Setianingsih, (2017) untuk mengetahui kepatuhan diet pada lansia dan kuisioner karakteristik responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui perbedaan antara kepatuhan diet pada lansia hipertensi dan lansia normotensi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari. Penelitian ini telah melalui uji kelaikan etik dan mendapatkan sertifikat dengan No. 326/UN25.1.14/KEPK/2025. Berdasarkan sajian hasil didapatkan bahwa kelompok hipertensi sebanyak 31 lansia (66%) yang patuh dan 16 lansia (34%) yang tidak patuh. Pada kelompok normotensi terdapat 43 lansia (91,5%) yang patuh dan 4 lansia (8,5%) yang tidak patuh. Nilai p-value sebesar 0,002 bahwa terdapat perbedaan antara kepatuhan diet lansia hipertensi dengan kepatuhan diet lansia normotensi. Perhitungan odds ratio (OR) sebesar 0,180 dengan interval kepercayan 95% (1,690-18,220) menunjukan orang dengan hipertensi lebih tidak patuh terhadap diet dibandingkan orang yang normotensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kepatuhan diet pada lansia hipertensi dan lansia normotensi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari. Pada kelompok case mayoritas patuh terhadap diet begitu juga terhadap kelompok control. Sedangkan ketidakpatuhan diet banyak terjadi pada kelompok case daripada kelompok control yang tidak patuh. Pihak Puskesmas Sumbersari diharapkan menciptakan sarana edukasi yang inovatif seperti memberikan panduan diet sehat yang masih berkaitan dengan sumber daya makanan di tempat lokal tersebut khususnya bagi para lansia.

Description

Reuploud file repositori 5 maret 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By