Analisis Kandungan Kalsium dan Daya Terima Brownies Kukus Variasi Tepung Daun Kelor dan Kurma sebagai Upaya Pencegahan Osteoporosis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Asupan kalsium remaja Indonesia tergolong rendah yaitu dibawah Angka
Kecukupan Gizi (AKG) usia remaja sebesar 1.200 mg/hari. Kekurangan kalsium
dapat memicu pengeroposan dan penurunan mineralisasi tulang, yang berisiko
menyebabkan osteoporosis. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan
tersebut adalah pengembangan camilan alternatif tinggi kalsium, seperti brownies
kukus berbahan tepung daun kelor dan kurma. Tepung daun kelor memiliki
kandungan kalsium tinggi (1.629 mg/100 g), namun cenderung menimbulkan rasa
langu. Oleh karena itu, untuk memperbaiki cita rasa, ditambahkan kurma yang kaya
akan glukosa dan fruktosa (20 – 70%) yang memberikan rasa manis manis alami
pada produk olahan. Produk ini berpotensi menjadi alternatif pencegahan
osteoporosis. Osteoporosis memengaruhi sekitar 500 juta orang di dunia pada tahun
2025. Di indonesia, prevalensi osteoporosis sebesar 10,3%, dan di Jawa Timur
tercatat sebesar 6,72% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kandungan kalsium dan daya terima brownies kukus variasi tepung daun kelor dan
kurma serta menentukan formulasi terbaik dan rekomendasi konsumsi brownies
sebagai camilan alternatif pencegahan osteoporosis.
Penelitian dilakukan menggunakan metode quasi eksperimental dengan
desain penelitian posttest-only control group design. Proporsi penggunaan tepung
daun kelor dan kurma yaitu X0 (0 g : 0); X1 (30 g : 70 g); X2 (25 g : 75 g); dan X3
(20 g : 80 g). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025. Pembuatan produk
dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan, Politeknik Jember. Analisis kadar
kalsium dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan, Politeknik Jember, sedangkan
uji daya terima dilakukan pada 40 panelis tidak terlatih berusia 13-15 tahun di SMP
Negeri 01 Jember. Prosedur penelitian diawali dengan pembuatan bubur kurma dan
adonan brownies kukus, kemudian pencampuran tepung daun kelor dan bubur kurma
sesuai formulasi pada adonan brownies kukus. Setelah itu, dilakukan analisis
kadar kalsium menggunakan metode spektrofotometri serapan atom dan uji daya
terima menggunakan uji hedonik. Laik etik penelitian dengan
No.3120/UN25.8/KEPK/DL/2025.
Description
Entry oleh Arif 2026 Maret 05
