Hubungan Fear Of Missing Out (Fomo) Dengan Harga Diri Pada Remaja Tengah di SMA Negeri 2 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang memiliki keunikan perkembangan yaitu mencari identitas diri dan meningkatnya interaksi dengan teman sebaya. Remaja pertengahan bahkan lebih dekat dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua sebagai usaha mencari kemandirian. Umpan balik sosial sangat memengaruhi persepsi diri terkait identitas remaja. Untuk diterima dalam lingkungan pergaulan, remaja cenderung mengikuti tren, termasuk dalam penggunaan ponsel pintar dan media sosial. Salah satu dampak negatif dari tren ini adalah fear of missing out (FoMO), yaitu kecemasan akibat merasa tertinggal dari aktivitas sosial orang lain. FoMO dapat menurunkan harga diri remaja melalui perbandingan sosial yang negatif, terutama ketika merasa kehidupannya tidak seideal orang lain. Hal ini sejalan dengan konsep teori harga diri Stuart (2016) yang menekankan penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. Semakin jauh perbedaan antara konsep diri dan ideal diri, semakin rendah harga dirinya. Remaja dengan harga diri rendah umumnya memiliki konsep diri negatif, kurang percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, dan rentan mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, serta penurunan prestasi akademik. Jika tidak ditangani dengan strategi koping yang adaptif, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan psikologis yang serius, bahkan meningkatkan risiko tindakan bunuh diri sebesar 5–10% dalam 15 tahun sejak awal episode depresi mayor. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan harga diri pada remaja tengah di SMA Negeri 2 Jember. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Jember yang berada di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling yang melibatkan 1083 remaja dengan pengumpulan data melalui google formulir. Kuesioner FoMOs mengukur tingkat FoMO pada remaja tengah berdasarkan dua indikator (tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis akan relatedness dan self) serta kuesioner RSES mengukur tingkat harga diri pada remaja tengah berdasarkan empat indikator (kekuatan, keberartian, kebajikan, dan kemampuan). Analisa data menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik, tingkat FoMO, dan harga diri responden serta analisa bivariat untuk mengukur korelasi antara FoMO dengan harga diri pada remaja tengah di SMA Negeri 2 Jember menggunakan uji korelasi kendall tau-c. Hasil analisis univariat menunjukkan responden berusia 16-18 tahun dan berada di kelas XII (40%), dengan proporsi terbesar berjenis kelamin laki-laki (52,9%). Perangkat digital yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet adalah gawai dan seluruh responden tercatat memiliki serta aktif menggunakan media sosial. Platform media sosial yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp, dengan frekuensi akses media sosial lebih dari enam kali sehari (61,8%) dan durasi penggunaan melebihi enam jam per hari (49,5%). Keseluruhan remaja tengah memulai aktivitas mereka dalam 10 menit pertama setelah bangun tidur dengan memeriksa chat, telepon, atau pemberitahuan lain, yang juga menjadi kegiatan paling sering dilakukan di media sosial. Permasalahan mata yang paling banyak dialami siswa adalah mata kering (20,7%) sedangkan permasalahan muskuloskeletal paling banyak yang dialami siswa adalah pegal di daerah leher, bahu, dan punggung ketika bermain gawai terlalu lama (68,2%). BMI sebagian besar responden berada dalam kategori normal (68,8%). Selain itu, mayoritas responden juga terlibat dalam aktivitas bermain game online (68,6%), dengan proporsi siswa laki-laki lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Frekuensi bermain game online terbanyak berada pada rentang 2–5 hari per minggu (29,3%), dengan durasi harian antara 1–2 jam (30,7%). Remaja tengah di SMA Negeri 2 Jember lebih banyak yang tidak mendapatkan pengawasan orang tua saat menggunakan media sosial (59,5%). Hasil tingkat fear of missing out (FoMO) pada remaja tengah di SMA Negeri 2 Jember mayoritas responden berada pada tingkat FoMO sedang (58%). Hasil harga diri pada remaja tengah di SMA Negeri 2 Jember mengalami harga diri tinggi sebanyak 273 siswa (48,8%) dan harga diri rendah sebanyak 287 siswa (51,2%).

Description

Reupload Repositori File 04 Maret 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By