Hubungan Antara Antecedent Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Perilaku Makan pada Mahasiswa Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Perilaku makan adalah perilaku individu terhadap makanan yang merupakan
kebutuhan manusia pada zat-zat di dalamnya. Menurut Van Strein ada tiga aspek
perilaku makan yaitu emotional eating, external eating, dan restrain eating. Faktor
yang berhubungan dengan perilaku makan salah satunya adalah penggunaan media
sosial. Media sosial adalah situs web atau aplikasi yang mempu memfasilitasi
penggunanya untuk berinteraksi, menyebarkan informasi, dan membentuk jaringan
antar penggunanya. Salah satu media sosial yang sedang banyak digunakan adalah
Instagram. Instagram menjadi media sosial kedua yang paling banyak digunakan
setiap bulannya di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 85.3% dan penggunanya di
Indonesia didominasi penduduk dengan rentang usia 18-24 tahun sebesar 39,9%.
Hasil survei penggunaan media sosial pada mahasiswa, Instagram menjadi media
sosial kedua yang banyak digunakan setelah WhatsApp. Media sosial dapat
berdampak pada perilaku makan dan meningkatkan Indeks Massa Tubuh serta
risiko obesitas pada mahasiswa.
Mahasiswa berada di rentang usia 18-24 tahun yang tergolong dalam masa
remaja akhir dan usia produktif dengan aktivitas cukup padat seperti kegiatan
perkuliahan dan rentan mengalami perilaku makan yang kurang baik. Berdasarkan
hasil studi penelitian pada mahasiswa Universitas Jember menunjukkan terdapat
kondisi yang menunjukkan adanya indikasi terjadinya emotional eating, external
eating, dan restrain eating. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut
mengenai hubungan antara antecedent penggunaan media sosial Instagram
terhadap perilaku makan pada mahasiswa Universitas Jember.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain
penelitian cross sectional dengan populasi mahasiswa S1 di 14 fakultas di
Universitas Jember kampus Tegalboto angkatan 2022-2024 sesuai kriteria sebanyak
414 orang. Penelitian ini telah melalui ethical exemption. Data dikumpulkan
melalui googleform yang disebarkan kepada responden terpilih. Penelitian ini
menggunakan analisis univariat dan bivariat (korelasi spearman).
Hasil penelitian menunjukkan responden penelitian berusia 17-23 tahun,
sebanyak 289 (69,8%) diantaranya adalah perempuan dan mayoritas sejumlah 312
(75,4%) tinggal di kost, kontrakan, atau asrama. Sebanyak 190 (45,9%) mahasiswa
dari total responden memiliki uang saku bulanan antara Rp1.000.000 hingga
Rp1.500.000. Tingkat penggunaan media sosial terbanyak pada kategori sedang
310 (74,9%), emotional eating dan restrain eating terbanyak pada kategori rendah
sejumlah 303 (73,2%) dan 324 (78,3%), sedangkan external eating terbanyak pada
kategori sedang 267 (64,5%). Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan
antara antecedent penggunaan media sosial Instagram dengan perilaku makan
emotional eating pada mahasiswa Universitas Jember dengan nilai p=0,000 dan
koefisien korelasi sebesar 0,318 dalam kategori rendah. Terdapat hubungan antara
antecedent penggunaan media sosial Instagram dengan perilaku makan external
eating pada mahasiswa Universitas Jember dengan nilai p=0,000 dan koefisien
korelasi sebesar 0,437 dalam kategori sedang dan ada hubungan antara antecedent
penggunaan media sosial Instagram dengan perilaku makan restrain eating pada
mahasiswa Universitas Jember dengan nilai p=0.000 dan koefisien korelasi sebesar
0,240 dalam kategori rendah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara antecedent
penggunaan media sosial Instagram dengan ketiga aspek perilaku makan. Hasil
koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan
Instagram, semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa untuk melakukan
emotional eating, external eating, dan restrain eating. Korelasi dengan external
eating memiliki nilai koefisien tertinggi dalam kategori sedang dibandingkan
dengan kedua aspek yang lain. Sedangkan, korelasi dengan emotional eating dan
restrain eating berkategori rendah menggambarkan bahwa penggunaan Instagram
bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku tersebut.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya kontrol penggunaan Instagram pada
mahasiswa dan edukasi melalui promosi kesehatan terkait informasi gizi dan
penggunaan media sosial Instagram. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada total
populasi yang tidak melibatkan mahasiswa yang berasal dari Fakultas Hukum
sebagai sampel dikarenakan terdapat kendala administrasi.
Description
Reuploud file repositori 27 Feb 2026_Firli
