Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Mamikos Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction dan Importance Performance Analysis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Transaksi daring yang kian berkembang menjadi salah satu alasan
banyaknya pengembangan aplikasi yang bertujuan untuk membantu masyarakat
dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi mobile Mamikos merupakan aplikasi yang
dikembangan dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam mencari serta
menyewa kos sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada awalnya, aplikasi mobile
Mamikos hanya dapat digunakan di Yogyakarta. Namun saat ini aplikasi mobile
Mamikos dapat digunakan hampir di seluruh daerah di Indonesia, salah satunya
adalah Kabupaten Jember. Kabupaten Jember merupakan sebuah kabupaten di
Provinsi Jawa Timur yang tengah berkembang di berbagai aspek. Perkembangan
tersebut dibarengi dengan terbukanya banyak lapangan pekerjaan, institusi
pendidikan, serta industri kreatif yang menarik minat banyak pendatang yang
merupakan salah satu target pasar dari aplikasi mobile Mamikos. Hasil dari
penelitian awal ditemukan bahwa pengguna aplikasi mobile Mamikos di
Kabupaten Jember mengalami beberapa kendala dalam proses penggunaan,
beberapa di antaranya adalah informasi yang kurang, tidak diperbarui secara
berkala, serta kurang sigapnya pemilik kos dalam berkomunikasi. Kendala-kendala tersebut dapat mengurangi kredibilitas aplikasi mobile Mamikos di mata
pengguna.
Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna aplikasi
mobile Mamikos di Kabupaten Jember menggunakan 2 metode, yakni End User
Computing Satisfaction (EUCS) dan Importance Performance Analysis (IPA).
Kelima variabel metode EUCS digunakan sebagai indikator dalam penyusunan
instrumen kuesioner disertai dengan pembagian item importance (harapan) dan
performance (kinerja) sebagai realisasi metode IPA. Sembilan puluh tujuh sampel
dibutuhkan dalam penelitian sesuai dengan hasil perhitungan Lemeshow. Sebelum
itu, kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan 30 data responden
dengan hasil kuesioner telah valid dan reliabel. Kuesioner disebarkan melalui
platform sosial media seperti Instagram dan WhatsApp agar lebih mudah
menjangkau banyak pihak.Data yang terkumpul diolah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna
menggunakan analisis deskriptif tingkat persentase. Akumulasi data importance
dan performance dibandingkan sehingga ditemukan nilai kepuasan pengguna
terhadap aplikasi mobile Mamikos di Kabupaten Jember mencapai 96% yang
masuk dalam kategori sangat baik. Analisis selanjutnya merupakan analisis
pemetaan diagram kartesius IPA dengan menggunakan nilai mean tiap instrumen.
Pemetaan dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 26 dengan hasil instrumen C2
(content) berada pada kuadran 1 yang menandakan bahwa instrumen tersebut
merupakan layanan yang sangat dibutuhkan namun dengan kualitas yang kurang
baik. Analisis gap dilakukan dengan mengurangi mean nilai performance dan
importance. Analisis gap menunjukkan bahwa dari 12 instrumen yang diuji,
hanya 1 instrumen yang memiliki nilai gap positif yang mengindikasikan bahwa
aplikasi mobile Mamikos belum memenuhi kebutuhan pengguna.
Berdasarkan beberapa hasil analisis yang telah ditemukan, meskipun
tingkat kepuasan pengguna aplikasi mobile Mamikos di Kabupaten Jember
bernilai 96% yang termasuk dalam tingkat sangat tinggi, namun analisis gap
menunjukkan bahwa aplikasi belum memenuhi kebutuhan pengguna sebab
sebagian besar gap bernilai negatif. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dapat
dilakukan pengembangan sesuai dengan hasil analisis pemetaan diagram IPA.
Pada pemetaan diagram IPA, 1 instrumen berada pada kuadran 1 yang berarti
layanan dianggap kurang baik dan perlu menjadi fokus pengembangan. Instrumen
tersebut merupakan instrumen C2 yang merupakan bagian dari variabel content
dan berbunyi “Saya merasa aplikasi Mamikos memenuhi kebutuhan informasi
saya.” Sesuai dengan hasil tersebut, peningkatan kepuasan pengguna dapat
dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan informasi yang diberikan kepada calon
pengguna, contohnya adalah informasi mengenai kos yang lebih lengkap. Pihak
Mamikos dapat memberi standar minimal informasi yang harus dimasukkan pada
saat proses pendaftaran kos serta pengecekan berstandarisasi agar informasi yang
diberikan berkualitas.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 27
