Uji In Silico BMP-2 dan MMP-9 dengan Senyawa Epikatekin, Teobromin, dan Klovamid Ekstrak Biji Buah Kakao (Theobroma Cacao L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Maloklusi merupakan kelainan oklusi gigi yang prevalensinya di Indonesia
mencapai 80%, dan biasanya ditangani melalui perawatan ortodonti. Selama proses
pergerakan gigi ortodonti, terjadi remodeling tulang alveolar dan jaringan
periodontal yang melibatkan protein seperti Bone Morphogenetic Protein-2 (BMP-
2) untuk pembentukan tulang dan Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) untuk
degradasi matriks. Dalam konteks ini, pendekatan terapi pendukung menggunakan
senyawa alami dari ekstrak biji buah kakao menjadi relevan karena kandungannya
seperti epikatekin, klovamid, dan teobromin diketahui memiliki potensi
meningkatkan aktivitas osteoblas dan memodulasi sinyal BMP-2 dan menghambat
aktivitas pada MMP-9 melalui sifat antioksidan dan anti inflamasinya. Untuk
menilai efektivitas ketiganya, simvastatin digunakan sebagai kontrol positif karena
telah terbukti mampu meningkatkan BMP-2 dan menekan MMP-9. Penelitian ini
bertujuan untuk memprediksi interaksi senyawa bioaktif secara in silico, sebagai
langkah awal untuk memahami potensi senyawa dalam mendukung pergerakan gigi
ortodonti.
Penelitian uji in silico ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik non eksperimental berbasis komputasi kimia. Metode yang digunakan adalah molecular
docking yang memprediksi bagaimana senyawa ligan berinteraksi dan protein
target. Struktur 3D ligan ekstrak biji kakao ini diperoleh dari database website
PubChem dan diminimisasi energi. Protein target yang digunakan adalah Bone
Morphogenetic Protein-2 (BMP-2) (ID PDB: 6OMN) dan Matrix
Metalloproteinase-9 (MMP-9) (ID PDB: 5TH6), yang strukturnya diunduh dari
website RCSB Protein Data Bank dan dihilangkan molekul air. Simvastatin
digunakan sebagai senyawa kontrol dan docking dilakukan dengan menentukan
grid box di sekitar sisi aktif protein berdasarkan ikatan simvastatin. Hasil docking meliputi nilai binding affinity (energi pengikatan), jenis interaksi ikatan, serta residu
asam amino yang terlibat. Data yang diperoleh kemudian dipaparkan dalam bentuk
tabel.
Hasil penelitian molecular docking protein Bone Morphogenetic Protein-2
(BMP-2), klovamid menunjukkan binding affinity sebesar -6.5 kkal/mol, yang
sangat mendekati nilai simvastatin sebagai kontrol (6.8 kkal/mol).
Mengindikasikan bahwa klovamid memiliki potensi aktivasi BMP-2 yang
sebanding dengan simvastatin. Epikatekin memiliki binding affinity 5.7 kkal/mol,
sementara teobromin menunjukkan afinitas terlemah yaitu -4.1 kkal/mol. Analisis
interaksi menunjukkan bahwa klovamid memiliki jumlah ikatan hidrogen dan Van
der Waals yang signifikan dengan BMP-2, serta berbagi banyak residu asam amino
yang sama dengan simvastatin dalam interaksinya, sehingga punya stabilitas dan
potensi aktivasi yang kuat.
Protein Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), klovamid menunjukkan
binding affinity terkuat yaitu -7.3 kkal/mol, diikuti oleh epikatekin dengan -6.8
kkal/mol. Kedua nilai ini bahkan lebih rendah (lebih baik) dibandingkan
simvastatin (-6.3 kkal/mol), menunjukkan bahwa klovamid dan epikatekin
memiliki potensi penghambatan MMP-9 yang lebih kuat daripada simvastatin.
Teobromin kembali menunjukkan afinitas terlemah dengan MMP-9 yaitu -5.7
kkal/mol. Klovamid dan epikatekin juga menunjukkan jumlah ikatan hidrogen dan
Van der Waals yang lebih banyak serta berbagi residu asam amino kunci dengan
simvastatin pada sisi aktif MMP-9, yang mendukung prediksi efektivitasnya
sebagai inhibitor.
Penelitian in silico ini memprediksi bahwa senyawa dari ekstrak biji kakao
memiliki potensi kuat untuk berinteraksi dengan BMP-2, mendekati efektivitas
simvastatin dalam mengaktifkan jalur osteogenesis. Klovamid dan epikatekin
menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan sebagai inhibitor MMP-9, bahkan
melebihi simvastatin. Meskipun demikian, hasil ini bersifat prediktif dari simulasi
komputasi. Oleh karena itu, validasi lebih lanjut melalui penelitian eksperimental
in vitro dan in vivo sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi daya aktivasi dan
penghambatan senyawa bioaktif biji kakao ini
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 27
