Representasi Ruang Mahasiswa Generasi Z Cafe Kopi Boss Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Maraknya budaya nongkrong di kalangan mahasiswa generasi Z, terutama di cafe. Cafe tidak lagi hanya menjadi tempat untuk makan dan minum, melainkan telah berubah menjadi ruang sosial tempat bertemunya berbagai aktivitas, seperti diskusi, belajar, hiburan hingga edukasi. Fenomena ini mendorong penulis untuk meneliti representasi ruang sosial mahasiswa generasi Z di cafe Kopi Boss Jember, sebuah cafe yang menawarkan suasana alam dan kekeluargaan yang unik serta ramai dikunjungi oleh generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni teori representasi ruang dari Henri Lefebvre dengan konsep teori praktik spasial (spacial practices), representasi ruang (representation of space), dan ruang representasional (representational space). Melalui pendekatan teori ini, peneliti menggali data mengenai ruang yang terbentuk pada cafe Kopi Boss Jember melalui wujud cafe secara murni, keterwakilan ruang dari konsumen, dan ruang yang dihidupi oleh generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cafe ini memiliki beragam kegunaan yakni sebagai tempat makan atau minum, tetapi juga menjadi tempat untuk melakukan aktivitas produktif seperti bekerja (WFH), berdiskusi komunitas, mengerjakan tugas kuliah, hingga menghadiri event edukatif seperti talkshow politik dan konsultasi hukum. Cafe dimaknai sebagai “rumah kedua” oleh para pengunjungnya karena suasana nyaman dan hubungan emosional yang terjalin, baik antara pengunjung maupun dengan pengelola dan karyawan cafe. Cafe menjadi ruang yang berkembang dari berbagai pandangan multifungsi. Lebih jauh, ruang cafe ini juga menjadi tempat rekreasi emosional, healing, hingga arena aktualisasi diri. Konsep kekeluargaan dan suasana alam yang tenang menjadi faktor penting dalam membentuk makna subjektif pengunjung. Ruang tersebut diproduksi ulang setiap hari oleh aktivitas dan interaksi sosial para pengunjung, menjadikannya representasi nyata dari ruang sosial generasi muda saat ini. Cafe memiliki makna yang beragam dalam teori Henri Lefebvre memberikan pandangan mengenai perceived, conceived, dan lived tentang tiga spasial yakni praktik spasial, representasi ruang, dan ruang representasi. Praktik spasial memberikan wujud perceived cafe pada fasilitas yang diberikan oleh pemilik cafe untuk konsumen menikmati ruang secara sederhana. Representasi ruang memberikan wujud tentang conceived space dari konsumen dalam aktivitas yang dilakukan dalam cafe. Selanjutnya ruang representasi yang memberikan wujud lived space bagi konsumen yang menghuni, ruang ini akan memunculkan simbolik akan aktivitas yang dilakukan konsumen seperti event talkshow perubahan bertema politik dan konsultasi hukum. Penelitian ini memperlihatkan bahwa representasi ruang tidak hanya berwujud fisik, tetapi juga simbolik dan sosial. Cafe Kopi Boss Jember adalah contoh nyata dari ruang publik yang berkembang menjadi tempat bertumbuhnya interaksi, ekspresi, dan kreativitas di kalangan generasi Z. Temuan ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana mahasiswa generasi Z membentuk dan menghidupi ruang publik sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang mereka miliki.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 27

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By