Identifikasi Jenis Tungau Debu Rumah (Acariformes) di Asrama Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Tungau Debu Rumah (TDR) merupakan jenis Arthropoda dari ordo
Acariformes yang berukuran mikroskopis berkisar 0,2-0,3 mm dengan bentuk
tubuhnya yang bulat atau oval. TDR juga menjadi salah satu substansi alergen
yang dapat memicu reaksi alergi melalui beberapa komponen tubuhnya yaitu
kutikula, saluran pencernaan, organ seksual, serta feses. Keberadaan dan
kepadatan TDR dipengaruhi oleh suhu, kelembapan lingkungan serta personal
hygine. Salah satu tempat yang berpotensi sebagai tempat keberadaan TDR yaitu
pesantren. Hal tersebut dikarenakan kondisi pesantren dengan hunian dan aktivitas
yang tinggi, kebersihan lingkungan yang kurang terjaga, lembab serta memiliki
sanitasi yang buruk sangat mendukung untuk perkembangbiakan TDR. Penelitian
sebelumnya menunjukkan terdapat keberadaan TDR di tempat tidur pesantren.
Penelitian lain juga melaporkan terdapat hubungan antara kepadatan TDR dengan
frekuensi penyakit di salah satu Rumah Sakit Jember. Hal tersebut menunjukkan
bahwa bangunan lain di Kabupaten Jember termasuk pesantren Nurul Islam yang
cukup besar dengan santri yang banyak sangat berpotensi sebagai tempat
persebaran TDR. Selain itu, aktivitas santri di pesantren ini juga cukup padat.
Adanya tempat dan aktivitas yang cukup padat di Pesantren berpotensi
menyebabkan kurangnya personal hygine yang dapat memicu perkembangbiakan
TDR. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis
TDR yang berada di lingkungan pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember.
Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Desember tahun 2024.
Sampel penelitian diambil dari tempat tidur santri di Asrama Pondok Pesantren
Nurul Islam Kabupaten Jember dengan total sebanyak 26 sampel debu.
Pengambilan sampel debu dilakukan pada tempat tidur santri dengan luas area 1
m2 menggunakan vacuum cleaner Krisbow 500 watt selama 4 menit. Sampel debu
disimpan pada plastik ziplock kemudian dipindahkan pada cup. Sampel debu
selanjutnya diambil sebanyak 0,1 gram dan ditambahkan ethanol secukupnya
untuk dilakukan pengamatan keberadaan TDR menggunakan mikroskop stereo.
Spesimen TDR yang ditemukan kemudian dipindahkan pada objek glass
menggunakan jarum tungau. Kemudian, diteteskan larutan hoyers serta ditutup
dengan cover glass. Spesimen TDR selanjutnya diidentifikasi menggunakan
mikroskop cahaya. Identifikasi TDR dilakukan dengan mengamati morfologi
tubuhnya yaitu kaki, mulut, papila genital/organ genitalia, pola kutikula, setae,
dan cakar. Identifikasi TDR dilakukan berdasarkan kunci identifikasi dari buku
Dust Mites oleh Collof tahun 2009.
TDR yang ditemukan di tempat tidur santri pada Asrama Pondok
Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember yaitu famili Pyroglyphidae dengan total
sebanyak 157 TDR. TDR tersebut terdiri dari dua genus yaitu Dermatophagoides
(99%) dan genus Sturnophagoides (1%). Genus Dermatophagoides lebih banyak
ditemukan dengan beberapa fase pertumbuhan yaitu larva, nimfa, dan dewasa,
namun genus Sturnophagoides hanya ditemukan pada fase dewasa.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 27
