Pengaruh Ekstrak Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia dan Pemanfaatannya sebagai Leaflet.
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi fokus perhatian dalam bidang
kesehatan. Salah satu masalah utama yang terkait dengan PTM adalah tingginya
tingkat kolesterol dalam darah. Jika kadar kolesterol melebihi batas normal, dapat
menimbulkan dampak negatif pada kesehatan, seperti Hiperkolesterolemia.
Hiperkolesterolemia dicirikan oleh peningkatan kadar total kolesterol dalam darah
dimana telah terjadi 2,6 juta kematian dan 29,7 juta kecatatan setiap tahunnya.
Hiperkolesterolemia juga merupakan faktor risiko untuk berbagai penyakit, seprerti
penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, dan obesitas. Kadar kolesterol bisa
meningkat akibat faktor usia, tingkat stress, dan mengonsumsi makanan yang
tinggi lemak seperti jeroan, daging, dan makanan bersantan. Kolesterol memiliki
sifat aterogenik yang artinya dapat menempel pada dinding pembuluh darah dan
membentuk plak sehingga menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah.
Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya upaya pencegahan. Simvastatin merupakan
obat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, namun, penggunaan obat
simvastatin memiliki efek samping seperti gangguan pada otot (miopati) dan
rhabdomiolisis. Tingginya kadar kolesterol dapat diturunkan dengan menggunakan
tanaman herbal dari famili Zingiberaceae. Salah satu tanaman dari famili tersebut
adalah lengkuas putih dimana dalam rimpangnya mengandung senyawa flavonoid
yang memiliki efek antioksidan yang signifikan. Antioksidan dapat membantu
melindungi LDL dari oksidasi sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya
peradangan dan aterosklerosis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh ekstrak rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga) terhadap
penurunan kadar kolesterol pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus)
hiperkolesterolemia dan mengetahui kelayakan hasil penelitian sebagai bahan
pengembangan literatur ilmiah.
Metode penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratoris dengan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 24 ekor tikus yang
dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu K+ (kontrol positif) yang diberikan
simvastatin (0,9 mg/kgBB), K- (kontrol negatif) yang diberikan pakan tinggi lemak dari campuran kuning telur puyuh, minyak goreng, dan lemak ayam (5 ml/kgBB),
Kn (kontrol normal) yang diberikan aquades, P1 (ekstrak 100 mg/kgBB), P2
(ekstrak 200 mg/kgBB), dan P3 (ekstrak 400 mg/kgBB). Aklimasi hewan uji
dilakukan selama 7 hari, diikuti oleh induksi pakan tinggi lemak selama 14 hari dan
induksi ekstrak rimpang lengkuas putih dan simvastatin selama 14 hari.
Pengecekan kadar kolesterol dilakukan sebanyak 2 kali dimulai setelah pemberian
pakan tinggi lemak pada hari ke-22 serta pemberian ekstrak dan simvastatin pada
hari ke-36.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpang lengkuas
putih dengan dosis 100, mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB efektif dalam
menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Namun, dosis yang paling efektif dalam
penurunan kadar kolesterol adalah 400 mg/kfgBB dimana dosis tersebut sebanding
dengan kontrol positif yang diberikan simvastatin.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 26
