Isolasi dan Karakterisasi Fenotipik Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen Ternak Domba Umur 10 Bulan sebagai Kandidat Bakteri Probiotik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Rumen domba adalah bagian lambung hewan ruminansia yang berfungsi
sebagai tempat fermentasi utama dalam pencernaan pakan. Cairan rumen diperoleh
dari domba ekor gemuk berumur 10 bulan di Kecamatan Grujugan, Kabupaten
Bondowoso. Cairan rumen yang merupakan limbah hasil pemotongan ternak, kaya
akan mikroorganisme seperti bakteri dan protozoa, berpotensi dimanfaatkan dalam
bidang bioteknologi, terutama dalam pengembangan probiotik. Bakteri Asam
Laktat (BAL) dipilih karena memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi saluran
pencernaan serta memproduksi senyawa antimikroba yang bermanfaat bagi
kesehatan inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi
fenotipik Bakteri Asam Laktat (BAL) dari cairan rumen domba ekor gemuk sebagai
kandidat probiotik.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroindustri Peternakan Program
Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Kampus Bondowoso,
menggunakan cairan rumen dari domba ekor gemuk umur 10 bulan. Isolasi BAL
dilakukan dengan metode pengenceran dan sebar pada media MRS agar, diikuti
inkubasi anaerobik. Selanjutnya dilakukan karakterisasi fenotipik, meliputi
morfologi koloni (warna, ukuran, bentuk, tepian, elevasi), pewarnaan Gram, uji
katalase, uji produksi CO₂, serta uji resistensi asam pada pH 2 dan 3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh sembilan isolat Bakteri
Asam Laktat (BAL) yang seluruhnya bersifat Gram positif. Dari sembilan isolat
tersebut, tujuh berbentuk batang (basil) dan dua berbentuk bulat (kokus). Semua
koloni berwarna putih, memiliki tepi (margin) yang halus, serta permukaan yang
cembung. Dua isolat menunjukkan hasil negatif pada uji katalase, sementara
seluruh isolat menunjukkan hasil positif dalam produksi gas CO₂. Berdasarkan hasil
tersebut, hanya dua isolat yang berpotensi sebagai probiotik yaitu D1 ISP dan D4
ISP. Namun yang memenuhi uji resistensi asam hanya ada pada sampel D4 ISP
yang memiliki ketahanan baik dengan persentase 72,09 % di pH 2 dan ketahanan
sedang dengan presentase 54,65% di pH 3. Kesimpulan yang diperoleh bahwa dari
sembilan isolat, hanya D4 ISP yang paling memenuhi kriteria probiotik berdasarkan
uji fenotipik dan toleransi terhadap lingkungan asam. Isolat ini berpotensi untuk
dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat probiotik alami yang bermanfaat bagi
kesehatan pencernaan hewan ternak.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 25
