Pemenuhan Kebutuhan Tokoh dalam Novel the Girl Who Fell Beneath the Sea Karya Axie Oh: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh hierarki kebutuhan Maslow pada tokohtokoh
novel the Girl Who Fell Beneath the Sea karya Axie Oh. Konflik dihadirkan
dalam novel ini melalui tokoh Mina, yang rela mengorbakn dirinya untuk terjun ke
dalam laut demi menyelamatkan desa dan orang-orang yang dicintainya dari badai
yang dahsyat. Novel ini menggabungkan unsur romansa, petualangan,
pengorbanan, dan pencarian jati diri, sekaligus membangun dunia fantasi yang sarat
dengan nuansa budaya Korea. Dalam perjalanan Mina di dunia roh, ia bertemu
tokoh lain seperti Shin, Kirin, dan Namgi yang memiliki loyalitas, rahasia, serta
tujuan masing-masing guna mencapai aktualisasi diri.
Kajian ini bertujuan mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural dan
pemenuhan hierarki kebutuhan tokoh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan
objektif. Objek material penelitian ini adalah novel berjudul the Girl Who Fell
Beneath the Sea karya Axie Oh. Objek formal dalam penelitian ini yaitu keterkaitan
antarunsur struktural dan hierarki kebutuhan tokoh. Satuan analisis dalam
penelitian ini berupa kalimat atau paragraf yang menunjukkan unsur struktural dan
aspek hierarki kebutuhan tokoh.
Hasil analisis struktural menunjukkan hubungan antarunsur antara tema,
penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar. Tema mayor yang terkandung
dalam novel adalah perjuangan dan pengorbanan Mina demi orang yang dicintai.
Tema minor yang muncul sebagai pendukung tema mayor meliputi loyalitas,
persahabatan dan hubungan antara makhluk mitologis dan arwah. Tema minor
dalam novel berkaitan dengan tokoh tambahan yang muncul sepanjang cerita,
seperti Shin, Namgi dan Kirin. Konflik fisik terjadi pada Shin, Mina dan Namgi
saat menghadapi imugi, para pemimpin rumah arwah dan badai, sedangkan konflik
batin dialami oleh Mina dan Shin dalam perseteruan pendapat mengenai dunia
manusia dan Dewa Laut serta ketidakpercayaan diri dan kebingungan dalam diri
Mina. Unsur tema, penokohan dan perwatakan, dan konflik memiliki keterkaitan
dengan latar. Latar tempat berada di Korea dan lautan Korea, latar waktu
ditunjukkan secara tersirat pada abad ke-21, dan latar sosial berupa tradisi,
ketidakadilan gender, kepercayaan, tekanan sosial dan dinamika kekuasaan.
Hasil analisis psikologi humanistik Abraham Maslow pada novel the Girl
Who Fell Beneath the Sea menunjukkan pemenuhan hierarki kebutuhan tokohtokoh.
Mina, Shin, Namgi, dan Kirin, mengalami perkembangan psikologis yang
menyeluruh dan bertahap. Masing-masing tokoh berhasil memenuhi seluruh
jenjang kebutuhan sebagaimana dijelaskan dalam teori hierarki kebutuhan Abraham
Maslow. Dimulai dari pemenuhan kebutuhan yang paling mendasar seperti
kebutuhan fisiologis berupa oksigen, tidur, minum dan istirahat. Kebutuhan rasa
aman berupa upaya dan tindakan perlindungan pada diri sendiri dan kepada orang
lain. Kebutuhan cinta dan memiliki dari orang terkasih seperti keluarga, sahabat,
dan kekasih. Kebutuhan harga diri berupa pujian dan apresiasi dari orang lain serta
diri sendiri. Kebutuhan aktualisasi diri berupa kepercayaan diri, wujud asli diri
sendiri dan pemenuhan tanggungjawab serta kewajiban. Setiap tokoh memiliki
aspek kebutuhan yang menonjol dalam dirinya. Mina dominan memiliki aspek
kebutuhan rasa cinta dan memiliki. Shin, Namgi dan Kirin dominan memiliki aspek
kebutuhan aktualisasi diri.
Description
Reupload file repository 25 Februari 2026_Ratna
