Analisis Karakteristik Bioplalstik dari Pati Sagu dengan Plasticizer Gliserol

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Plastik merupakan sebuah bahan peralatan dan kemasan yang hampir tidak mungkin dipisahkan dari bagian kehidupan manusia. Kenaikan konsumsi penggunaan kemasan plastik sejalan dengan peningkatan produksi plastik sehingga menyebabkan adanya permasalahan timbunan sampah plastik dalam jumlah besar. Salah satu upaya mengatasi permasalahan ini yaitu diperlukan bahan baku jenis bioplastik dengan sifat fisika yang sama dengan plastik konvensional sehingga berpotensi untuk dikomersialkan secara luas. Bahan baku bioplastik dapat berasal dari pemanfaatan tanaman pangan yang memiliki kandungan karbohidrat pati yang tinggi, salah satunya yaitu tanaman sagu. Pati sagu termasuk salah satu senyawa biodegradable dengan kandungan amilopektin sebesar 69-79,3% yang merupakan komponen utama yang diperlukan sebagai material penyusun bioplastik (Rahman, 2022). Pembuatan bioplastik berbasis pati dalam penelitian ini dikombinasikan dengan plasticizer gliserol untuk memperbaiki karakteristik fisik, termal, dan mekaniknya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui perbedaan variasi gliserol terhadap karakteristik bioplastik dan perlakuan terbaik karakteristik bioplastik yang dihasilkan dari variasi penambahan gliserol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi gliserol yang divariasikan menjadi empat perlakuan; 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15% dari total massa larutan. Seluruh perlakuan menggunakan jumlah pati sagu sebesar 5 gram dan 80 mL aquades. Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan metode melt intercalation melalui pencampuran bahan pada suhu 70–80°C dan pengeringan menggunakan dehidrator suhu 40°C selama 8 jam. Sampel yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi melalui uji sifat mekanik (kuat tarik dan elongasi), sifat termal (Differential Scanning Calorimetry), uji ketahanan air (swelling), dan uji densitas. Analisis data dilakukanmenggunakan oneway ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% serta dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Untuk menentukan perlakuan terbaik digunakan metode De Garmo berdasarkan bobot efektivitas lima parameter utama yang diuji. Hasil penelitian pada parameter DSC diperoleh nilai Tg berkisar 169,35- 197,55oC; nilai Tcc 286,8-291,9oC; dan Tm 297,1-300,2 oC. Parameter kuat tarik menunjukkan hasil pengujian yang signifikan dengan nilai rata-rata 81,19 N/mm2 hingga 161,40 N/mm2 . Hasil pengujian elongasi memiliki nilai yang signifikan dengan rata-rata sebesar 1,65% - 3,32%. Pengujian ketahanan air memiliki hasil yang signifikan dengan nilai rata-rata dalam rentang 118,93% hingga 177,58%. Hasil pengujian densitas menunjukkan nilai yang signifikan dengan nilai rata-rata 1,352 gr/mL hingga 1,450 gr/mL. Seluruh data hasil pengujian di setiap parameter digunakan sebagai acuan untuk menentukan perlakuan terbaik dengan metode De Garmo. Hasil perhitungan nilai indeks efektifitas dengan metode De Garmo didapatkan nilai NP sebesar 0,6428 pada perlakuan C. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan C dengan variasi konsentrasi gliserol 15%.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 25

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By