Optimasi Formulasi Minuman Berbasis Sari Mengkudu dengan Penambahan Jahe, Serai, dan Cengkeh Menggunakan Metode RSM Response Surface Methodology
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Mengkudu merupakan salah satu tanaman dengan tingkat produktivitas
yang tinggi di Jawa Timur. Tingginya produktivitas tersebut menyebabkan
melimpahnya buah mengkudu. Mengkudu berpotensi sebagai pangan fungsional
karena mengandung senyawa bioaktif. Akan tetapi, konsumsi buah mengkudu di
kalangan masyarakat masih rendah dikarenakan aroma yang kurang disukai
karena adanya senyawa kaproat dan kaprilat. Pemanfaatan buah mengkudu yang
beredar di pasaran salah satunya yaitu sari mengkudu. Perlu dilakukan sebuah
inovasi untuk meningkatkan minat konsumen, salah satunya dengan cara
menambahkan rempah-rempah pada sari mengkudu sebagai flavoring agent. Jahe,
serai, dan cengkeh dipilih sebagai kombinasi dikarenakan ketiga rempah-rempah
tersebut mengandung komponen fenolik yang tinggi dan mempunyai aroma yang
kuat. Penambahan rempah-rempah tersebut dalam pembuatan minuman berbasis
sari mengkudu diharapkan dapat meningkatkan nilai aktivitas antioksidan dan
total polifenol pada minuman. Selain itu, jahe, serai, dan cengkeh mengandung
minyak atsiri sehingga penambahan ketiga rempah-rempah tersebut dapat
meningkatkan penerimaan konsumen terhadap minuman.
Metode penelitian yang digunakan adalah Response Surface Methodology
dengan Box-Behnken Design. Adapun proporsi yang digunakan yaitu ekstrak jahe
5 hingga 15 ml, ekstrak serai 5 hingga 10 ml, dan ekstrak cengkeh 3 hingga 5 ml.
Ketiga kombinasi tersebut menghasilkan 15 run percobaan. Data dianalisis
menggunakan Minitab 20.0. Hasil formulasi optimum yang diperoleh yaitu
formulasi dengan kombinasi ekstrak jahe 15 ml, ekstrak serai 8,6 ml dan ekstrak
cengkeh 3 ml dengan prediksi aktivitas antioksidan sebesar 37,274% dan total
polifenol sebesar 0,588 mgGAE/ml. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa nilai
aktivitas antioksidan sebesar 36,674% dan total polifenol sebesar 0,540
mgGAE/ml.
Formulasi yang telah diperoleh kemudian dibandingkan dengan sari
mengkudu murni merk JSM dan dilakukan perbandingan untuk mengetahui
apakah penambahan ekstrak jahe, serai, dan cengkeh berpengaruh terhadap
parameter yang diamati. Adapun parameter yang dianalisis meliputi aktivitas
antioksidan, total polifenol, total flavonoid, vitamin C, keasaman, total padatan
terlarut, warna, dan uji sensori metode QDA. Analisis data menggunakan uji
Paired T-Test dengan software Minitab 20.0 sedangkan hasil uji sensori QDA
dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2013. menunjukkan bahwa aktivitas
antioksidan, total polifenol, total flavonoid, vitamin C, keasaman, total padatan
terlarut, lightness dan berbeda nyata dengan sari mengkudu merk JSM. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe, serai, dan cengkeh
dalam pembuatan minuman berbasis sari mengkudu berpengaruh nyata (p≤0,05)
terhadap aktivitas antioksidan, total polifenol, total flavonoid, vitamin C,
keasaman, total padatan terlarut, dan redness. Sementara itu, penambahan ekstrak
jahe, serai, dan cengkeh tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai lightness
dan yellowness (p≥0,05). Minuman MJSC mengandung aktivitas antioksidan
sebesar 36,674%; total polifenol 0,486 mgGAE/ml; total flavonoid 0,378
mgQE/ml; vitamin C 0,321%; keasaman 0,310%; nilai lightness 43,017; redness
11, 050; dan yellowness 21,867. Mutu sensori dari minuman MJSC yaitu rasa
manis netral (5,4); rasa pahit sangat lemah (2,7); rasa asam kuat (6,5); aroma
mengkudu agak kuat (6,4); aroma jahe agak lemah (3,7); aroma serai agak lemah
(4,2); aroma cengkeh lemah (2,8); aftertaste asam netral (5,1); aftertase pahit
lemah (3,2); aftertaste sepat netral (5,3); dan aftertaste pungent agak kuat (6,2).
Description
Reupload Repository 25 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
