Kesadaran Kritis Perempuan Pesisir dalam Melestarikan Pengetahuan Lokal di Puger Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kesadaran kritis perempuan pesisir akan menjadi acuan untuk
keberlanjutan warisan kebudayaan terutama pengetahuan lokal di Puger Kabupaten
Jember. Fakta dilapangan tidak semua perempuan pesisir memiliki kesadaran yang
kritis, pendidikan yang rendah membuat minimnya kesadaran dalam diri
perempuan di wilayah pesisir. Dapat diketahui maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana kesadaran kritis perempuan pesisir dalam hal
melestarikan pengetahuan lokal di Puger Kabupaten Jember. Adapun tujuannya
adalah untuk mendeskribsikan kesadaran kritis yang terdapat pada diri perempuan
pesisir dalam melestarikan pengetahuan lokal di Puger Kabupaten Jember. Serta
manfaat penelitian ini untuk mengembangkan cara berfikir dalam bidang
pemberdayaan masyarakat dan menambah wawasan mengenai kesadaran kritis
perempuan pesisir dalam melestarikan pengetahuan lokal.
Pada penelitian yang berjudul kesadaran kritis perempuan pesisir dalam
melestarikan pengetahuan lokal di Puger Kabupaten Jember. Penelitian ini
dilakukan di kawasan Puger di tentukan dengan menggunakan jenis penentuan
lokasi purposive area yakni hanya melibatkan area khusus pada Puger bagian
selatan dengan objek kajian perempuan pesisir (juragan darat, perempuan
pengambek, dan pedagang kalen). Dalam penentuan informan penelitian ini
menggunakan teknik snowball sampling serta jenis penelitian yang dilakukan
adalah kualitatif dengan paparan data dalam bentuk deskriptif. Peneliti
menggunakan metode pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan
dokumentasi yang digunakan selama proses penelitian. Selain itu untuk
memastikan keabsahan data yang diperoleh peneliti menggunakan perpanjangan
keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi dengan menerapkan
triangulasi waktu, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Peneliti juga
melakukan pengumpulan data, setelah memperoleh data peneliti juga melakukanolah data dengan cara mereduksi data lapangan hasil penelitian, menarik
kesimpulan, serta melakukan verifikasi data.
Hasil penelitian ini mendeskripsikan kesadaran kritis yang dimiliki
perempuan pesisir Puger masih rendah. Dalam hal ini pendidikan memiliki peran
strategis dalam membentuk kesadaran kritis perempuan pesisir di wilayah Puger.
Kesadaran kritis tersebut menjadi faktor pendorong partisipasi perempuan dalam
berbagai organisasi sosial kemasyarakatan. Namun demikian, tingkat keterlibatan
tersebut masih berada pada taraf yang beragam menyesuaikan dengan tingkat
pendidikan yang dimiliki. Hal ini tercermin dari peran perempuan dalam proses
pengambilan keputusan, khususnya dalam kegiatan pelestarian tradisi budaya
seperti ritual petik laut. Perempuan dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah
cenderung memiliki keberanian yang terbatas dalam mengambil keputusan. Selain
itu, pengetahuan lokal yang dimiliki perempuan pesisir umumnya bersumber dari
pengalaman dan adat istiadat setempat, bukan dari pendidikan formal yang
dimiliki. Praktik seperti penentuan harga ikan dalam proses pendistribusian hasil
laut yang diperoleh juga masih mengandalkan metode nenek moyang. Prediksi
cuaca yang digunakan masyarakat pesisir juga masih mengandalkan metode
tradisional seperti melihat bulan purnama, masyarakat pesisir percaya akan susah
mendapatkan ikan. Kegiatan budaya yang hingga saat ini masih dilestarikan adalah
petik laut. Tradisi petik laut ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur
masyarakat pesisir terhadap laut sebagai sumber penghasilan utama mereka.
Keterlibatan perempuan pesisir dalam kegiatan ini adalah mempersiapkan sesajen
yang akan dilarungkan ke laut serta bagian memasak kebutuhan acara ini sebagai
bentuk kesadaran mereka dalam kegiatan pelestarian.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesadaran kritis perempuan pesisir
dalam melestarikan pengetahuan lokal tidak diperoleh dari pendidikannya tetapi
melalui kebiasaan turun-temurun masyarakat pesisir, termasuk pengalaman yang
dimiliki. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa melengkapi segala
kekurangan yang ada dalam penelitian ini serta dapat mengkaji terkait bagaimana
peran perempuan pesisir dalam kegiatan pelestarian pengetahuan lokal di Puger
Kabupaten Jember.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
