Sistem Klasifikasi Level Risiko Preeklamsia Menggunakan Algoritma Machine Learning untuk Deteksi Dini Preeklamsia pada Masa Kehamilan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Preeklamsia adalah komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan
dan mempengaruhi sekitar 5-8% dari total kehamilan di seluruh dunia. Ini
meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada janin dan ibu hamil, terutama di
daerah dengan tingkat perkembangan ekonomi yang rendah. Di Indonesia,
preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil.
Preeklamsia bukan merupakan suatu komplikasi kehamilan yang timbul secara
tiba-tiba. Oleh karena itu deteksi dini preeklamsia sangat penting bagi ibu hamil,
terutama sebelum usia kehamilan 20 minggu. Di Indonesia, sistem deteksi dini
saat ini menggunakan buku KIA yang hanya mengandalkan kunjungan Antenatal
Care (ANC). Cara terbaru untuk mendeteksi dini adalah menggunakan kecerdasan
buatan yaitu machine learning melalui prediksi secara cepat dan akurat
berdasarkan pembelajaran berbasis data.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem deteksi dini
preeklamsia yang dapat memprediksi tingkat risiko preeklamsia pada ibu hamil
menggunakan metode machine learning. Penelitian ini bertujuan untuk membantu
tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam mendeteksi sedini mungkin risiko
preeklamsia pada masa kehamilan, dengan harapan dapat menurunkan angka
kematian ibu di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan machine learning dengan metode
Random Forest, Decision Tree, dan K-Nearest Neighbor untuk mengembangkan
model deteksi dini preeklamsia. Dataset penelitian berasal dari 2.040 data kohort
ibu hamil di 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Silo 1, Sukowono, Sumbersari,
Kaliwates yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Data yang digunakan
meliputi faktor risiko preeklamsia pada ibu hamil seperti tinggi badan, berat
badan, tekanan darah, usia, paritas, serta riwayat hipertensi dan preeklamsia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest berhasil
memberikan hasil yang baik, mengatasi ketidakseimbangan data dengan akurasi
99.40%, presisi 98.46%, sensitivitas 100%, spesifisitas 99,22%, dan F1-score
99.03% dengan atribut paling penting mempengaruhi klasifikasi adalah riwayat preeklamsia. Prototipe sistem klasifikasi risiko preeklamsia didesain dengan fitur
fitur seperti kolom input data terintegrasi dengan model machine learning, dan
proses deployment menggunakan Streamlit Cloud yang terhubung dengan GitHub
repository. Fitur-fitur lainnya termasuk fitur sidebar untuk akses menu, dan
kolom input dengan fitur limitasi untuk mengurangi kesalahan input data. Proses
integrasi antara kolom input dan model machine learning menggunakan fitur
button dari Streamlit, sehingga pengguna hanya perlu menekan tombol setelah
menginput data untuk melihat hasil klasifikasi dalam waktu kurang dari 3 detik.
Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa indikator faktor risiko preeklamsia
pada masa kehamilan telah dianalisis, sistem klasifikasi level risiko preeklamsia
menggunakan machine learning berhasil dikembangkan, dan prototype website
untuk sistem klasifikasi telah berhasil diimplementasikan. Penelitian ini memiliki
potensi untuk membantu tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam mendeteksi
sedini mungkin risiko preeklamsia pada masa kehamilan, dengan harapan dapat
menurunkan angka kematian ibu di Indonesia.
Description
Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren
