Implementasi Bimbingan Konseling bagi Kesehatan Mental Lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
UPT PSTW Jember merupakan salah satu UPT yang memiliki kapasitas penerimaan lansia terbesar di Jawa Timur, yakni 140 lansia. Akan tetapi, jumlah lansia yang 140-an dengan minimnya jumlah pekerja sosial professional membuat para petugas sosial tidak bisa mengontrol ragam permasalahan yang dialami lansia. Lansia di panti ini datang dengan latar belakang yang bermasalah, dan ketika mereka berkumpul, berbagai konflik pun muncul. Ragam persoalan yang paling umum dihadapi lansia di panti adalah depresi dan kecemasan berlebih. Banyak lansia merasa kesepian, kehilangan minat dalam aktivitas yang dulu mereka nikmati, atau merasa terisolasi akibat berkurangnya interaksi sosial. Kehilangan pasangan atau teman dekat juga dapat memperburuk perasaan kesepian ini, menyebabkan penurunan kualitas hidup dan berisiko terhadap kondisi mental mereka. Selain itu, lansia juga rentan mengalami kecemasan, tentang kesehatan, ketergantungan pada orang lain, atau bahkan ketakutan akan kematian bisa menjadi beban psikologis yang berat. Rasa cemas yang berlebih dapat mengganggu kualitas tidur, menyebabkan kelelahan, dan meningkatkan stress pada lansia. Hal ini yang membuat masalah-masalah lansia masih sering muncul serta mempengaruhi kondisi mental lansia. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana implementasi dari bimbingan konseling bagi kesehatan mental lansia. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif yang berlokasi di UPT PSTW Jember. Berdasarkan teknik purposive sampling sebagai teknik penentuan informan utama, maka jumlah informan yang dijadikan subjek terdiri dari 2 (dua) orang, dan teknik snowball sampling digunakan sebagai penentuan informan pendukung yang berjumlah 2 (dua) orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi non-participant, dan studi dokumentasi. Pengelolahana data vii menggunakan tahapan reduksi data, kondensasi data, verifikasi dan kesimpulan. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Peningkatan kualitas hasil penelitian menggunakan standar kredibilitas, dependabilitas, tranferbilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi bimbingan konseling di UPT PSTW Jember diterapkan sebagai pelayanan psikososial bagi lansia. Jumlah lansia yang 140-an dengan 2 (dua) orang petugas sosial, membuat para petugas sosial tidak bisa melayani ragam permasalahan lansia baik secara individual maupun secara kelompok kecil secara lebih mendalam. Petugas sosial lebih banyak mengembangkan layanan psikososial berupa pengembangan hubungan baik, edukasi cara penanganan masalah, memantau kepatuhan lansia, terhadap peraturan panti, dan melakukan intervensi berupa nasihat apabila ada lansia yang lalai atau menolak dalam pemberian perawatan. Hal ini masih sesuai dengan ragam permasalahan lansia seperti, perselisihan antar lansia, perselisihan terkait alat makan, dan kedisiplinan antar lansia. Kemudian untuk lansia yang memiliki masalah kejiwaan lebih kompleks dipindahkan ke panti lain yang memiliki layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lansia. Selain itu, dilakukan juga edukasi tentang pengendalian emosi melalui kegiatan relaksasi seperti latihan hipnosis lima jari, berdzikir bersama, dan kegiatan ceramah agama, yang dirancang untuk memperbaiki pola pikir serta perilaku lansia agar selalu belajar menerima takdir dalam memperoleh ketenangan batin sehingga dapat mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih baik
Description
Reaploud Repository February_Hasyim
