Analisis Tingkat Kelelahan Kerja pada Petani Padi di Desa Antirogo Kecamatan Sumbesari Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Pertanian memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, dan juga berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi, masyarakat, dan perdagangan negara dalam jangka panjang. Pertanian tidak akan berjalan tanpa adanya pekerja yang dipekerjakan demi kelancaran operasi pertanian dan infrastruktur pertanian, pekerja pada lahan pertanian biasa disebut buruh tani. Buruh tani padi melakukan kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Kegiatan petani tidak lepas dengan penggunaan alat bantu pertanian, dan posisi kerja yang kurang ergonomi. Indonesia merupakan negara berkembang dimana sebagian peralatan yang digunakan masih tradisional seperti sabit dan cangkul. Kegiatan yang dilakukan petani dapat menambah beban otot yang terjadi secara berulang dan jam kerja yang panjang perharinya dapat menjadi faktor pendukung bagi buruh tani, sehingga menimbulkan perasaan lelah. kelelahan kerja. Kelelahan kerja atau fatigue merupakan suatu mekanisme bertahan dari tubuh untuk mengurangi kerusakan yang lebih parah ketika seseorang melakukan aktivitas secara berlebih. Pekerja yang mengalami kelelahan akan menunjukkan gejala kelelahan secara subyektif dan obyektif. Kelelahan kerja bila diabaikan dalam jangka waktu yang lama, dapat menimbulkan permasalahan seperti terjadinya kecelakaan akibat kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kuantitatif dengan sampel penelitian sejumlah 290 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan untuk buruh tani padi yang aktif mengelolah lahan di Desa Antirogo, Kecamtana Sumbersari, Kabupaten Jember. dengan menggunakan kuesioner Sweedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) yang diadaptasi dari penelitian Ari Wijaya tahun 2020.Hasil analisa univariat pada karakteristik responden menunjukkan bahwa jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki 185 orang (63,8%), dengan usia terbanyak berkisar di usia 46-55 tahun sebanyak 125 orang (43,1%). Karakteristik lainnya yaitu jumlah jam tidur < 8 jam per hari sebanyak 261 orang (90%). Durasi kerja dalam satu hari menunjukkan hasil yang sama yaitu ≥ 8 jam per hari dan ≤8 jam per hari dengan hasil maisng masing 145 orang (50%). Karakteristik responden yang terakhir yaitu lama kerja menjadi petani paling banyak > 10 tahun sebanyak 214 orang (73,8%). Berdasarkan hasil analisa univariat pada kelelahan kerja petani pada indikator kekurangan energi pada tingkat sedang sebanyak 198 orang (68,3%). Pada indikator mengerahkan tenaga fisik hasil pada kategori sedang 181 orang (62,4%). Dan pada indikator ketidaknyamanan fisik menunjukkan hasil pada kategori 135 orang (46,6%). Sedangkan pada indikator menurunnya motivasi berada pada kategori ringan sebanyak 260 orang (89,7%), serta pada indikator terakhir yaitu rasa kantuk pada kategori ringan 174 orang (60%). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tingkat kelelahan kerja pada petani padi berada di kategori sedang sebanyak 174 orang (60%). Berdasarkan pemaparan tersebut maka peneliti berasumsi bahwa tingkat kelelahan kerja pada petani padi dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal diantaranya, umur, jenis kelamin, lama kerja, durasi kerja, dan lama waktu istirahat

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 23

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By