Gambaran Dukungan Sosial dan Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan Pensiunan Anggota PWRI di Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pensiun merupakan sebuah masa keakhiran, peran baru dari pekerjaan
formal dan tidak bekerja sesuai kebijakan aturan. Dengan bertambahnya usia
seseorang membuat kondisinya semakin menurun akan berpengaruh pada
produktivitas pekerjaan. Kondisi kesehatan yang dialami pada usia pensiun
berbeda dengan bekerja seperti stress karena konflik antara pekerjaan dan
keluarga menjelang pensiun. Dengan hal tersebut, diperlukan perilaku pencarian
pelayanan kesehatan yang baik agar tidak menyebabkan keterlambatan dalam
diagnosis dan komplikasi yang tidak dapat dicegah. Berdasarkan studi
pendahuluan yang dilakukan kepada 20 responden pensiunan, 13 responden
(65%) diantaranya jarang mendapat dukungan sosial saat masa pensiun dalam
mencari pelayanan kesehatan yang disebabkan oleh perubahan lingkungan sosial
dan
aktivitas
seiring bertambahnya usia. Penelitian bertujuan untuk
menggambarkan dukungan sosial dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan
pada pensiunan anggota PWRI di Kabupaten Lumajang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan
cross sectional. Analisis univariat dilakukan dengan mendeskripsikan dukungan
sosial dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan dilakukan di Kecamatan
Yosowilangun pada Bulan Januari – Februari 2024. Populasi pada penelitian ini
seluruh pensiunan anggoata PWRI di Kecamatan Yosowilangun dengan total 125
anggota tahun 2022. Namun, hanya 65 anggota PWRI yang dapat dijadikan
sebagai responden. Hal ini dikarenakan 65 anggota telah lolos lembar MMSE-Ina.
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara dan
melakukan dokumentasi saat mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan keluarga responden
secara umum kategori tinggi. Dukungan keluarga secara emosional sebesar
96,9%, dukungan penghargaan sebesar 92,3%, dukungan informasi sebesar
66,2%, dan dukungan instrumental sebesar 69,2%. Dukungan teman menunjukkan
bahwa aspek emosional dan penghargaan kepada responden cenderung tinggi.
Dukungan teman secara emosional sebesar 69,2% dan dukungan penghargaan
sebesar 81,5%. Namun, responden tidak mendapat dukungan informasi sebesar
44,6% dan dukungan instrumental 49,3%. Dukungan significant others
merupakan bantuan yang diberikan dokter/perawat kepada individu terkait
pelayanan kesehatan. Mayoritas responden mendapat dukungan dokter/perawat
yang baik. Hasil penelitian menunjukkan presentase dukungan emosional sebesar
93,8%, dukungan penghargaan sebesar 84,8%, dukungan informasi sebesar 92,3%
dan dukungan instrumental sebesar 84,6%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% responden tidak bertindak apa –
apa ketika sakit. Mereka beranggapan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk
istirahat dan pemulihan agar bisa pulih sepenuhnya dari sakit. Presentase 3,1%
responden melakukan pengobatan sendiri. Responden dalam mengobati sendiri
dengan cara meminum obat bebas yang dijual ditoko atau apotek, membeli jamu
sendiri atau lainnya untuk mengatasi keluhan. Pengobatan modern merupakan
salah satu pengobatan yang paling efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
56,9% responden ketika sakit pergi ke pelayanan kesehatan modern. Mayoritas
responden sudah memanfaatkan fasilitas pengobatan modern seperti puskesmas,
polindes, dan rumah sakit.
Upaya yang dapat dilakukan oleh anggota pensiunan PWRI Kabupaten
Lumajang diharapkan melakukan pengobatan secara modern ketika sakit dan
mengikuti kegiatan rutin cek kesehatan yang diadakan oleh PWRI setempat yang
bekerja sama dengan puskesmas. Upaya bagi PWRI Kabupaten Lumajang
diperlukan dukungan antar anggota terkait pemberian informasi pengobatan dan
diadakan kegiatan rutin cek kesehatan yang diwajibkan untuk seluruh anggota
PWRI dengan mendatangkan dokter praktik. Serta perlunya penelitian lebih lanjut
Description
Reupload file repository 20 februari 2026_agus/feren
