Studi Komparasi Efikasi Diri Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Militer dan Non- Militer Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Pemberian pelayanan kesehatan sangat bergantung kepada sumber daya
manusia yang ada didalam pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit salah
satunya yaitu perawat. Perawat menjadi komponen paling tinggi dalam intensitas
berinteraksi langsung dengan pasien. Perawat bekerja melayani pasien selama 24
jam yang terbagi dalam shift. Tuntutan kerja yang melebihi batas kemampuan
seorang perawat akan memunculkan reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku.
Perawat dituntut mempunyai disposisi perilaku tertentu yang mampu
menyelesaikan tugasnya. Salah satu disposisi perilaku tersebut yaitu efikasi diri.
Efikasi diri yang dimiliki seseorang tentunya akan mengalami perbedaan setiap
individunya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan
efikasi diri perawat di instalasi rawat inap rumah sakit militer dan non- militer
Kabupaten Jember.
Tingkat efikasi diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya
pengalaman keberhasilan, pengalaman orang lain, persuasi verbal, dan kondisi
fisiologis. Efikasi diri dapat mempengaruhi perilaku seseorang melalui beberapa
proses yaitu proses kognitif, proses motivasi, proses afeksi, dan proses seleksi.
Efikasi diri akan mempengaruhi jenis lingkungan dan kegiatan yang akan dipilih.
Efikasi diri juga mampu mempengaruhi sesorang dalam mengendalikan suatu
ancaman dan mampu bertahan pada situasi yang mengancam. Terdapat beberapa
indikator dalam menilai efikasi diri pada seseorang yaitu dimensi magnitude,
dimensi strength, dan dimensi generality.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif komparatif dengan
pendekatan desain deskriptif komparatif. Jumlah sampel pada penelitian ini
sebanyak 164 perawat yang ditentukan menggunakan teknik sampling total
sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah perawat rawat inap yang
bekerja di rumah sakit militer (Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada dan
rumah sakit non- militer (Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik) yang bersedia menjadi responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner efikasi diri.
Analisis univariat data kategorik demografi responden ditampilkan dalam bentuk
distribusi frekuensi dan persentase sedangkan data numerik demografi responden
ditampilkan dalam bentuk nilai median, nilai minimal dan nilai maksimal.
Analisis bivariate untuk mencari perbedaan antara dua kelompok independen
dilakukan menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri responden kecenderungan
mendekati nilai maksimal tingkat efikasi diri tinggi. Analisa data menggunakan
uji non-parametrik Mann- Whitney menunjukkan hasil nilai p value sebesar 0,003
(Asymp.Sig < 0.05). Hasil tersebut membuat Ha penelitian diterima yang berarti
bahwa terdapat perbedaan antara 2 kelompok independen.
Hasil tingkat efikasi diri yang sebagian besar mendekati nilai maksimal
tinkat efikasi diri tinggi dapat terjadi akibat adanya faktor seperti jenis kelamin,
usia, masa kerja dan tingkat pendidikan yang dapat mempengaruhi tingkat efikasi
diri yang dimiliki oleh seseorang. Adapun hasil terkait perbedaan kedua kelompok
independen dapat terjadi akibat adanya faktor tingkat pendidikan, masa kerja serta
lokasi penelitian yang dapat mempengaruhi terjadinya perbedaan tingkat efikasi
diri yang dimiliki.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan antara efikasi diri perawat di instalasi rawat inap rumah sakit militer
dan non- militer Kabupaten Jember. Dari penelitian ini diharapkan dapat
digunakan sebagai pengetahuan bagi perawat untuk mampu meningkatkan efikasi
diri yang dapat mengoptimalkan kualitas pemberian asuhan keperawatan kepada
pasien
Description
Reupload File Repositori 19 Februari 2026_Rudi H/Ardi
