Manajemen Program Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) di An Nuriyah Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pesantren dianggap sebagai sistem pendidikan yang berkembang dan tersebar
di seluruh lapisan masyarakat. Pesantren masuk bagian dari sistem pendidikan
nasional yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan baik di jalur formal, non
formal, dan informal. Pengertian Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren
Salafiyyah (PKPPS) adalah bentuk layanan pendidikan yang ada di jalur non formal
untuk memberikan kesempatan bagi peserta didik atau santrinya menyelesaikan
pendidikannya dengan berbagai alasan seperti putus sekolah di tingkat SD/MI
sampai SMA/MA. Terkait pendidikan kesetaraan di Pondok Pesantren itu juga
memiliki 3 tingkatan yakni ada Ula setara SD/MI, Wustho setara SMP/MTs, dan
Ulya setara SMA/MA yang diselenggarakan di bawah naungan pondok pesantren
sebagai satuan pendididikan non formal yang ditujukan kepada santri dalam
menimba ilmu untuk menyelesaikan pendidikannya. Sehingga PKPPS ini perlu
mengelola suatu program mulai dengan tahapan perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh lembaga agar bisa optimal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan bagaimana
manajemen program PKPPS dilaksanakan di Pondok Pesantren An Nuriyah, mulai
dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Manfaat
penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas manajemen program PKPPS dan
menjadi referensi untuk pengembangan strategi pendidikan kesetaraan berbasis
pesantren. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kepala Lembaga
sebagai informan kunci, dan Waka Kesantrian, Waka Kurikulum sebagai informan
pendukungnya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta
dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Hubberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program PKPPS di Pondok
An Nuriyah Jember belum optimal. Manajemen perlu meliputi tahapan
perencanaan, lembaga telah melakukan identifikasi kebutuhan, menyusun visi misi, serta merancang RPP dan silabus, meskipun masih menghadapi kendala dalam
pengadaan sarana dan alokasi waktu belajar yang ideal. Dalam hal
pengorganisasian, struktur lembaga sudah terbentuk dengan pembagian tugas yang
jelas, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya efektif. Pelaksanaan program
dilakukan dengan menggabungkan kurikulum K13 dan Diniyah, serta adanya
kegiatan unggulan seperti hafalan Juz Amma dan ekstrakurikuler, namun metode
pembelajaran dan media yang digunakan masih terbatas. Sedangkan dalam fungsi
pengawasan, proses monitoring dan supervisi telah dilakukan secara internal dan
eksternal, namun belum berjalan optimal dan masih perlu sistem yang lebih
terstruktur serta tindak lanjut yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, manajemen
program PKPPS An Nuriyah sudah berjalan cukup baik namun masih memerlukan
perbaikan dan penguatan agar kualitas layanan pendidikan nonformal ni semakin
meningkat.
Peneliti menyarankan lembaga untuk memperbaiki perencanaan strategis,
jelasakan peran organisasi, tingkatkan pelatihan guru, dan kuatkan evaluasi. Santri
disarankan aktif dalam program. Keberhasilan program bergantung pada disiplin
waktu, kesungguhan, dan sikap mandiri. Santri diharapkan aktif bekerja sama
dengan guru jika mengalami kesulitan. Dengan menggabungkan ilmu agama dan
ilmu umum, santri didorong untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia dan
berkontribusi positif kepada masyarakat. Penelitian selanjutnya diharapkan lebih
luas dan berbeda untuk pengembangan manajemen pendidikan nonformal.
menggunakan bahan perbandingan dari pesantren lain, serta mempertimbangkan
pendekatan campuran untuk data yang lebih akurat. Tentunya, hasil penelitian dapat
memberikan kontribusi yang lebih luas untuk pengembangan pendidikan
kesetaraan di lingkungan pondok pesantren.
Description
reupload file repositori 19 Februari 2026_Kholif/Keysa
