Komposit TiO 2 -KA Sebagai Basis Fotoreaktor untuk Mendegradasi Larutan Antibiotik Tetrasiklin
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Antibiotik tetrasiklin (TC) merupakan salah satu antibiotik spektrum luas
yang banyak digunakan dalam pengobatan manusia, kedokteran hewan, serta
sebagai bahan tambahan pakan ternak. Penggunaannya yang meluas menyebabkan
residu tetrasiklin banyak ditemukan mencemari lingkungan perairan, termasuk air
limbah rumah tangga, rumah sakit, dan peternakan. Keberadaan tetrasiklin di
lingkungan ini menimbulkan kekhawatiran serius karena sifatnya yang toksik
terhadap organisme akuatik, dan yang terpenting kemampuannya untuk memicu
resistensi antibiotik pada bakteri. Fenomena resistensi antibiotik merupakan
ancaman global yang dapat mengurangi efektivitas pengobatan infeksi di masa
depan. Oleh karena itu, pengembangan metode efektif untuk menghilangkan
tetrasiklin dari limbah cair menjadi sangat mendesak. Untuk mengatasi tantangan
ini, metode fotokatalitik digunakan sebagai teknologi pengolahan air limbah yang
sangat menjanjikan. Metode ini memanfaatkan semikonduktor titaniumdioksida
(TiO2), sebagai fotokatalis yang di bawah iradiasi cahaya UV menghasilkan
pasangan elektron-hole. Pasangan elektron-hole ini kemudian memicu serangkaian
reaksi redoks sehingga menghasilkan spesies oksigen reaktif yang sangat kuat,
seperti radikal hidroksil (⋅OH), yang mampu mendegradasi polutan organik
kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tidak berbahaya. Dalam
penelitian ini, efisiensi TiO2 ditingkatkan melalui pembentukan material komposit
dengan karbon aktif (KA). Penambahan KA bertujuan untuk mengurangi
rekombinasi elektron-hole, dan meningkatkan daya adsorpsi, sehingga secara
umum dapat meningkatkan efisiensi fotokatalitiknya dalam mendegradasi
antibiotik tetrasiklin.
Penelitian ini diawali dengan sintesis material komposit TiO2-KA melalui
variasi massa KA yang digunakan, yaitu 6, 8, 10, 12, dan 14 g. Karakterisasi
material hasil sintesis menggunakan BET dan SEM-EDX mengindikasikan bahwa
massa KA memiliki pengaruh terhadap karakteristik komposit, meliputi komposisi
unsur, morfologi permukaan, luas permukaan spesifik, dan porositas. Berdasarkan
uji aktivitas fotokatalitik dari material hasil sintesis, material TiO2-KA/8
merupakan material yang paling optimum dalam mendegradasi larutan antibiotik
tetrasiklin. Berdasarkan kinerja ini, TiO2-KA/8 dipilih sebagai material katalis
utama untuk studi optimasi dosis. Penelitian kemudian mengeksplorasi pengaruh
dosis material TiO2-KA/8 terhadap efisiensi degradasi TC. Dosis yang digunakan
yaitu 0,1 g, 0,3 g, dan 0,5 g untuk 250 mL larutan antibiotik tetrasiklin. Data
menunjukkan adanya pengaruh positif dari peningkatan dosis terhadap laju
degradasi, di mana dosis 0,5 g TiO2-KA/8 terbukti memberikan laju degradasi
tercepat. Hal ini menegaskan bahwa jumlah katalis yang optimal sangat penting
untuk efisiensi reaksi. Poin penting penelitian ini adalah fotoreaktor yang dirancang
khusus, menggunakan material komposit TiO2-KA/8 pada dosis optimal (0,5 g per
250 mL larutan, atau setara 8 g untuk 4 L total volume larutan). Hasil pengujian
menunjukkan kinerja yang sangat bagus, konsentrasi antibiotik tetrasiklin awal 30
ppm berhasil diturunkan hingga kurang dari 0,5% (sekitar 0,144 ppm) hanya dalam
waktu 2 jam, dan mencapai nilai di bawah ambang batas aman untuk dibuang ke
lingkungan dalam waktu 4 jam perlakuan. Analisis spektrofotometer UV-Vis secara
visual mengkonfirmasi penurunan absorbansi puncak-puncak tetrasiklin yang
mengindikasikan degradasi yang hampir sempurna. Secara keseluruhan, tugas akhir
ini berhasil membuktikan bahwa komposit TiO2-KA sebagai basis fotoreaktor
merupakan teknologi yang cukup efektif untuk pengolahan limbah antibiotik
tetrasiklin, memberikan solusi potensial untuk tantangan pencemaran lingkungan.
Description
Reupload file repositori 27 januari 2026_Kurnadi
