Analisis Pemahaman Konsep Siswa SMP pada Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Ditinjau dari Gaya Belajar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pemahaman konsep seseorang itu berbeda-beda. Pemahaman konsep ini dibutuhkan untuk mengetahui inti permasalahan yang sedang dihadapi dan cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Hal ini juga menandakan bahwa pemahaman konsep memiliki beberapa indikator untuk mengetahui seberapa jauh seseorang untuk memahami suatu konsep yaitu Menyatakan ulang sebuah konsep;
Mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya), Memberikan contoh dan non-contoh dari konsep, Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep, Menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu, Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah.
Pemahaman konsep tidak berpacu pada satu aspek saja tetapi juga melipui banyak aspek.
Gaya belajar berguna untuk mengetahui metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan pola pikir siswa dan setiap siswa memiliki pola pikir yang berbeda-beda dalam memproses suatu pembelajaran. Dikarenakan adanya perbedaan tersebut, gaya belajar siswa juga bermacam-macam yaitu auditori, visual, dan kinestetik. Hal ini dapat diketahui bahwa cara siswa dalam memahami suatu pembelajaran hingga menyelesaikan permasalahan berbeda-beda.
Pemahaman konsep pada penelitian ini ditinjau dari gaya belajar dalam menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel. Materi pertidaksamaan linear satu variabel diajarkan bagi siswa SMP/Mts Kelas VII. Pertidaksamaan linear satu variabel yang memiliki hubungan erat dalam keseharian akan dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik dengan tingkat kemampuan yang bervariasi. Mudahnya aksesibilitas peserta didik dalam menemukan permasalahan nyata pada materi pola
bilangan dapat menjadikan penyerapan materi menjadi lebih mudah dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa SMP yang memiliki gaya belajar visual-auditorial dan siswa SMP yang memiliki gaya belajar auditorial-kinestetik dalam menyelesaikan permasalahan pertidaksamaan linear satu variabel. Permasalahan pertidaksamaan linear satu variabel yang disajikan terdiri dari tiga soal. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah dua siswa kelas VIII dengan masing-masing gaya belajar visual-auditorial dan auditorial-kinestetik di SMP Negeri 11 Jember tahun pelajaran 2023/2024. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes tulis dan wawancara. Selain itu juga dilengkapi dengan catatan lapangan selama tes tulis berlangsung.
Instrumen pada penelitian ini terdiri atas instrumen utama dan instrumen bantu penelitian. Instrumen utama penelitian adalah peneliti. Instrumen bantu penelitian adalah lembar Angket Gaya Belajar, lembar pengklasifikasian siswa, lembar tes tulis, dan pedoman wawancara. Instrumen tersebut divalidasi oleh tiga orang validator. Adapun rincian validator terdiri dari dua orang Dosen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember dan seorang Guru Matematika SMP 01 Islam Jember. Hasil validasi instrumen penelitian untuk Angket Gaya Belajar adalah 𝑉𝑎 = 3,81, tes tulis permasalahan pertidaksamaan linear satu variabel adalah 𝑉𝑎 = 3,92, dan pedoman wawancara adalah 𝑉𝑎 = 3,8. Ketiga instrumen tersebut berada pada interval 3 ≤ 𝑉𝑎 < 4 sehingga dapat dikategorikan valid dan dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan pada penelitian ini.
Peneliti mengumpulkan data menggunakan Angket Gaya Belajar untuk mengklasifikasikan calon subjek penelitian ke dalam setiap Gaya Belajar, yaitu auditori, visual, kinestetik, visual-auditorial, dan auditorial-kinestetik. Kemudian hasil Angket Gaya Belajar dianalisis dan dipilih dua siswa dari setiap gaya belajar tersebut untuk dilibatkan menjadi subjek penelitian. Subjek penelitian dipilih dengan mempertimbangkan keaktifan selama pengambilan data berupa Angket Gaya Belajar dan saran guru matematika di SMP 01 Islam Jember. Selanjutnya subjek penelitian mengerjakan tes tulis yang terdiri atas tiga permasalahan pertidaksamaan linear satu variabel dan dilanjutkan dengan wawancara. Kegiatan wawancara dilaksanakan secara satu per satu dengan dilakukan perekaman suara menggunakan fitur recording pada handphone untuk memudahkan ketika transkrip hasil wawancara Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pemahaman konsep siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel ditinjau dari gaya belajar, adapun kesimpulan penelitian ini yaitu gaya belajar yang dimiliki oleh setiap siswa tidak mempengaruhi hasil belajar tetapi dapat mempengaruhi proses dari belajar siswa, cara siswa dalam menyelesaikan permasalahan itu berbeda-beda sesuai dengan setiap gaya belajar yang dimiliki, faktor yang mempengaruhi siswa dalam menyelesaian suatu permasalahan yang diberikan adalah ketelitian dan fokus siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Description
reupload file repositori 19 Februari 2026_Kholif/Keysa
