Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat asal Terasi Reket Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Bakteri asam laktat merupakan kelompok bakteri yang mampu menghasilkan asam laktat melalui proses fermentasi karbohidrat. Bakteri asam laktat juga dapat berperan sebagai probiotik. Bakteri asam laktat dapat ditemukan pada berbagai produk hasil fermentasi, salah satunya yaitu terasi reket. Terasi reket merupakan salah satu jenis terasi yang berkembang pesat di wilayah Lumajang. Terasi reket termasuk ke dalam terasi yang bersifat home industry yang di produksi oleh UD. Libas di Desa Wotgalih, Kabupaten Lumajang dengan bahan baku utama berupa udang krill. Metode penelitian terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu isolasi dan pemurnian bakteri asam laktat asal terasi reket Lumajang. Tahap kedua yaitu karakterisasi morfologi bakteri asam laktat secara makroskopis dan mikroskopis, uji katalase, uji pertumbuhan pada suhu berbeda (10°C, 37°C, dan 45°C), serta uji patogenitas. Tahap ketiga yaitu skrining bakteri asam laktat berdasarkan tingkat kelangsungan hidup pada pH 2 dan pH 3. Tahap terakhir yaitu bakteri asam laktat dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi diidentifikasi secara biokimia menggunakan kit API 50 CHL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam isolat yang berhasil diisolasi dari terasi reket Lumajang. Berdasarkan karakterisasi morfologi makroskopis dan mikroskopis keenam isolat tersebut menunjukkan ciri yang seragam yaitu koloni berbentuk bulat (circular), berwarna putih susu, tepian rata (entire), elevasi cembung (convex), permukaan koloni mengkilap (licin) dan bersifat Gram positif dengan bentuk sel batang. Hasil uji katalase menunjukkan bahwa keenam isolat bersifat katalase negatif. Hasil uji pertumbuhan pada suhu yang berbeda menunjukkan bahwa semua isolat mampu tumbuh pada suhu 37°C dan suhu 45°C, namun tidak menunjukkan pertumbuhan pada suhu 10°C. Hasil Uji patogenitas menunjukkan bahwa keenam isolat BAL bersifat non patogen. Hasil skrining menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup isolat tertinggi yaitu pada IBT 1 dan IBT 3. Tingkat kelangsungan hidup IBT 1 sebesar 76,02% pada pH 2 dan 78,35% pada pH 3, sedangkan pada IBT 3 sebesar 75,47% pada pH 2 dan 77,51% pada pH 3. Tingkat kelangsungan tertinggi lainnya yaitu berturut-turut pada IBT 4, IBT 6, IBT 5, dan IBT 2. Kedua isolat tertinggi tersebut selanjutnya diidentifikasi secara biokimia menggunakan kit API 50 CHL. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa isolat IBT 1 memiliki kemiripan 83,9% dengan Lactobacillus brevis, sementara IBT 3 memiliki kemiripan 92,4% dengan Lactobacillus delbrueckii ssp. delbrueckii.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By