Hubungan Antara Tingkat Stres dengan Perilaku Perawatan Diri pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Hipertensi menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang banyak
diidap oleh masyarakat umum dan menjadi pemicu morbiditas dan mortalitas.
Hipertensi digolongkan pada penyakit the silent killer (pembunuh senyap)
dikarenakan gejalanya yang tidak nyata dan sering tidak waspada. Stres menjadi
salah satu faktor penyebab terjadinya hipertensi yang sulit untuk ditangani. Ketika
penderita hipertensi mengalami stres secara berlebihan akan mengakibatkan
kekambuhan penyakit hipertensi. Stres menyebabkan seseorang cenderung
melakukan perilaku yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol, merokok, kurang
aktivitas fisik, diet tidak sehat serta pola tidur yang berantakan sehingga
berpengaruh pada resiko kekambuhan penyakit yang diderita. Stres yang
berlangsung secara berkepanjangan memiliki dampak memperkecil persepsi,
menurunkan fokus, perhatian dan daya ingat dalam melaksanakan aktivitas kognitif,
serta mempengaruhi perilaku seseorang menjadi negatif. Menurut organisasi
kesehatan dunia (WHO) salah satu cara untuk dapat mengontrol tekanan darah pada
penderita hipertensi yaitu dengan menerapkan perawatan diri secara mandiri.
Adanya stres dapat mempengaruhi seseorang yang memiliki hipertensi dalam
pengambilan keputusan serta pemilihan aktivitas yang berkaitan dengan perilaku
perawatan diri. Ketika penderita hipertensi memiliki tingkat stres yang ringan maka
akan berpengaruh pada perilaku perawatan diri yang ikut membaik pula. Ketika
penderita hipertensi mempunyai tingkat stres yang rendah maka akan menciptakan
suatu keadaan yang dapat menjadikannya tenang dan merasa aman yang pada
akhirnya akan mengarah kembali pada meningkatnya perilaku perawatan diri.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional. Sampel terdiri dari 84 penderita hipertensi yang dipilih
menggunakan teknik cluster random sampling. Pada penelitian ini peneliti
membagi wilayah kerja Puskesmas Kaliwates menjadi 3 yaitu (kaliwates, Tegal Besar , dan Kebon Agung) dengan setiap kelurahan akan ditentukan sesuai dengan
jumlah penduduk penderita hipertensi di setiap desa. Instrument penelitian yang
digunakan adalah PSS-10 dan HBP-SCP behaviour scale Behaviour.
Hasil Penelitian didapatkan melalui uji analisis Kendall Tau menunjukkan
bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebesar -
0,347 serta bersifat negatif. Ha diterima karena nilai signifikansi <0,05. Jadi
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku perawatan
diri pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kaliwates Kabupaten
Jember. Nilai r table sebesar -0,347 yang menunjukkan bahwa tingkat kekuatan
hubungan kedua variabel adalah lemah dengan arah korelasi negatif (-), artinya
semakin tinggi tingkat stress yang diderita oleh penderita hipertensi maka semakin
rendah perilaku perawatan dirinya begitu pula sebaliknya.
Description
Reupload file repository 13 februari 2026 maya/mita
