Histopatologi dan Biokimia Klinis Tikus Putih pada Uji Toksisitas Akut Xilooligosakarida Hasil Hidrolisis Endo-β-1,4-D-Xilanase Rekombinan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Prebiotik adalah suatu bahan yang tidak dapat dicerna tetapi memiliki efek
menguntungkan pada kesehatan inang dengan merangsang pertumbuhan dan
aktivitas mikrobiota usus. Xilooligosakarida (XOS) merupakan salah satu contoh
prebiotik yang telah berhasil dibuktikan berdasarkan hasil uji in vitro dan in vivo,
XOS memiliki dampak positif terhadap kesehatan usus sehingga berpotensi
menjadi prebiotik. XOS sebelum diaplikasikan dalam industri pangan, perlu
melewati uji keamanan pangan, termasuk uji toksisitas akut oral untuk mendeteksi
efek toksik dalam waktu singkat. Parameter seperti histopatologi jaringan dan
biokimia klinis digunakan untuk menilai efek toksik terhadap organ tubuh.
Uji toksisitas akut pada Tikus Wistar diawali dengan uji pendahuluan yang
dilanjutkan dengan uji utama. XOS yang diberikan tersedia dalam bentuk sediaan
terlarut buffer fosfat-sitrat pH 7. XOS yang digunakan telah melalui proses freeze
drying. Uji pendahuluan dilakukan dengan dua kelompok dosis yaitu dosis 300
mg/kg dan dosis 2000 mg/kg serta kelompok kontrol. Uji utama menggunakan
Tikus Wistar sebanyak enam ekor dengan rincian satu ekor sebagai kontrol dan
lima ekor sebagai kelompok uji. Kelima Tikus Wistar kelompok uji terdiri atas
satu ekor tikus dari uji pendahuluan dan empat ekor tikus tambahan. Hewan uji
diobservasi secara individual pada 30 menit pertama setelah pemberian XOS,
empat jam pertama, serta sehari sekali setelahnya selama 14 hari. Berat badan
masing-masing hewan dimonitor setiap hari selama 14 hari setelah pemberian
XOS.
Hasil uji pendahuluan menunjukkan gejala toksisitas ringan pada dosis
300 mg/kg BB, sementara dosis 2000 mg/kg BB menyebabkan perubahan
konsistensi feses yang kembali normal setelah 48 jam. Pada uji utama, pemberian
XOS dosis 2000 mg/kg BB menyebabkan lemas dan perubahan konsistensi feses
akibat peningkatan fermentasi mikrobiota. Namun, kematian ditemukan pada 3
ekor tikus, diduga akibat stres pemberian oral atau efek toksik buffer. Tikus yang
bertahan menunjukkan peningkatan berat badan. Nilai LD50 XOS berada dalam
rentang >500–2000 mg/kg BB, yang tergolong bahan dengan tingkat toksik
sedang.
Histopatologi dilakukan pada ginjal, limfa, hati, paru-paru, dan jantung
untuk mengamati efek XOS. Histopatologi ginjal, ditemukan pembengkakan
beberapa glomerulus akibat respons imun terhadap XOS. Histopatologi limfa,
tidak ditemukan adanya kerusakan jaringan. Histopatologi hati, ditemukan
pemadatan sitoplasma hepatosit di zona periportal (zona 1) sebagai bentuk
degenerasi ringan akibat paparan XOS. Histopatologi paru-paru tikus uji 1 dan 2
menunjukkan fokus inflamasi, alveoli yang melebar, dan pendarahan akibat XOS
yang masuk ke saluran pernapasan. Histopatologi jantung, struktur lapisan terlihat
normal tanpa tanda degenerasi atau kerusakan. Pemeriksaan biokimia klinis
menunjukkan bahwa kadar kolesterol total dan SGOT masih berada pada rentang
normal, sementara SGPT melebihi rentang. Pemeriksaan ini memberikan
informasi tambahan mengenai pengaruh XOS terhadap fungsi hati tikus.
Description
Reuploud file repositori 12 Feb 2026_Firli
