Gastrodiplomasi Jepang di Tengah Pembatasan Impor Produk Makanan Jepang di Inggris
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Skripsi ini hendak membahas upaya gastrodiplomasi yang dilakukan oleh
Jepang di Inggris setelah Inggris menerapkan regulasi pembatasan impor produk
makanan Jepang. Regulasi tersebut diterapkan setelah bencana besar menimpa
Jepang disertai dengan meledaknya reaktor nuklir di Fukushima pada tahun 2011.
Alasan Inggris menerapkan regulasi tersebut adalah untuk melindungi kesehatan
masyarakat Inggris dari kandungan radionuklida yang terkandung dalam produk
makanan Jepang. Namun, regulasi tersebut merugikan Jepang mengingat restoran
sebagai garda terdepan dalam gastrodiplomasi mengalami hambatan dalam
memperkenalkan makanan Jepang di Inggris. Oleh karena itu, Jepang berupaya
menyelesaikan hambatan gastrodiplomasi dengan berbagai cara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang berfokus
pada fenomena dan melibatkan manusia. Untuk mendukung analisis, peneliti juga
menggunakan strategi riset berupa studi literatur yang memanfaatkan informasi dari
berbagai sumber. Kemudian analisis data menggunakan teknik deskriptif-kualitatif
yang keabsahannya dilakukan dengan melakukan triangulasi sumber data.
Hasil dari penelitain ini, Jepang berupaya menggabungkan dan
mengoptimalkan sinergi antara aktor negara dan aktor non-negara. Aktor negara
berusaha melakukan negosiasi dan lobi dengan pemerintah Inggris untuk
mengurangi tuntutan regulasi dengan memanfaatkan berbagai pertemuan
kenegaraan. Sementara aktor non-negara berusaha untuk memperkenalkan
makanan Jepang secara lebih masif kepada publik Inggris dengan berusaha
menyediakan bahan baku alternatif untuk restoran Jepang. Selain itu, pengenalan
makanan Jepang oleh aktor non-negara dilakukan melalui festival dan kelas-kelas
memasak makanan Jepang. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk meyakinkan
pemerintah dan publik Inggris bahwa makanan Jepang sudah aman dan layak untuk
konsumsi. Upaya yang dilakukan oleh Jepang tidak sia-sia karena secara perlahan
Inggris mulai mengurangi tuntutan pada regulasinya. Hingga kemudian pada tahun
2022, regulasi yang telah diterapkan selama 11 tahun oleh Inggris dari tahun 2011
tersebut secara resmi dicabut
Description
Reapload file repository 12 februari 2026_agus/feren
