Collaborative Governance Pengelolaan Desa Wisata Tirta Agung Desa Sukosari Kidul Kabupaten Bondowoso

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Awal mula Adanya kolaborasi ini di inisiasi oleh pemuda desa yang ingin menggali potensi desa sukosari kidul salah satunya waduk yang tidak di pakai yang akan di kembangan desa wisata oleh para pemuda Desa Sukosari Kidul. Oleh karena itu para pemuda desa melakukan studi banding ke daerah lain yakni kota wisata batu tanpa melibatkan stakeholder lainnya seperti hal pendanaan yang di dapatkan berupa iuran bersama hal ini bentuk keseriuasan para pemuda desa yang ingin mengembangan destinasi Desa Wisata Tirta patut di apresiasi bahwa para pemuda memiliki kesadaran kolektif dengan adanya pengembangan desa wisata berdampak bagi masyarakat desa sukosari kidul. seiring berjalanya waktu pemuda desa menyadari bahwa dalam mengembangan desa wisata perlu adanya keterlibatan pihak lainnya. Pengelolaan Desa Wisata Tirta Agung melibatkan pemerintah desa, bumdes, masyarakat. Collaborative governance pada Pengelolaan destinasi Desa Wisata Tirta agung para stakeholder yang terlibat memiliki perbedaan sumber daya hal ini menjadi faktor terjadinya kolaborasi. Kolaborasi pengelolaan Desa Wisata Tirta Agung dapat dikatakan memenuhi unsur model Collaborative Governance menurut Ansell and Gash yang terdiri dari adanya desain kelembagaan dan kepala desa Sukosari Kidul sebagai kepemimpinan fasilitatif kolaborasi pengelolaan Desa Wisata Tirta Agung maupun dalam hal proses kolaborasi yang meliputi dialog tatap muka, komitmen bersama, pemahaman bersama dan hasil antara/manfaat. kolaborasi yang terjadi di desa Sukosari Kidul dapat di katakan berhasil namun komitmen bersama masih belum di katakan optimal.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 12

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By