Pengembangan Pasar Ekspor Industri Hiburan Korea Selatan Pasca Pembatasan Hallyu di Tiongkok
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Tiongkok merupakan salah satu pasar utama bagi industri hiburan Korea
selatan. Namun, industri ini menghadapi kerugian yang cukup signifikan akibat
pembatasan Hallyu di Tiongkok, yang telah berlaku sejak 2016 sebagai bentuk
sanksi informal karena pemasangan sistem militer Terminal High Altitude Area
(THAAD). Karena pembatasan tersebut, membuat Korea Selatan untuk
mengembangkan pasar ekspor di industri hiburannya guna mengurangi
ketergantungan dan mempertahankan kelangsungan ekonomi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh Korea Selatan dalam
mengembangkan pasar ekspor industri hiburan pasca pembatasan Hallyu di
Tiongkok.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal,
artikel ilmiah, dan dokumen resmi. Penelitian ini menggunakan konsep
pengembangan pasar dari Igor Ansoff (1957) sebagai dasar, dan mengacu pada
praktik pengembangan pasar menurut Pahlevy dan Putri (2024) untuk menganalisis
pengembangan pasar industri hiburan Korea Selatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Korea Selatan menggunakan
beberapa cara untuk meningkatkan pasar ekspor sektor hiburan di antaranya,
identifikasi segmen pasar industri hiburan Korea Selatan, pemanfaatan layanan
digital sebagai inovasi teknologi adaptif, peran komunitas penggemar sebagai
saluran distribusi, penyelenggaraan program budaya serta kolaborasi dengan mitra
bisnis lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pasar ekspor
industri hiburan Korea Selatan poasca pembatasan Hallyu sangat penting untuk
mengurangi ketergantungan pada pasar Tiongkok serta memperluas pengaruh
industri hiburannya tanpa terhambat kebijakan negara tertentu.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 12
