Self Efficacy Remaja Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Melakukan Diet

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

20 tahun terakhir diabetes melitus tipe 2 pada remaja meningkat karena tren obesitas. Peningkatan berat badan lebih dan obesitas pada remaja disebabkan oleh perilaku sedentary, berupa perilaku konsumtif serta mengikuti trend minuman dan makanan cepat saji dan tinggi gula. Remaja penderita diabetes melitus tipe 2 perlu melakukan modifikasi gaya hidup melalui aktivitas fisik dan diet. Aktivitas fisik remaja mayoritas tinggi karena aktivitas yang padat. Diet perlu dilakukan dengan memperhatikan jadwal, jenis, dan jumlah makan. Remaja akan merasa kesulitan dalam melakukannya karena perkembangan psikososial dan lingkungan teman sebayanya dapat menimbulkan kesulitan. Self efficacy pada remaja penderita diabetes melitus tipe 2 berfokus pada keyakinan guna melakukan perilaku yang dapat menunjang perbaikan penyakit dan meningkatkan manajemen perawatan diri. Self efficacy dipengaruhi oleh tiga dimensi, yaitu magnitude, generality, dan strength. Semakin tinggi self efficacy yang dimiliki, maka kadar gula darah semakin dapat terkontrol dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui self efficacy remaja penderita diabetes melitus tipe 2 dalam melakukan diet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di 3 rumah sakit di Kabupaten Jember, yaitu Rumah Sakit Bina Sehat, Rumah Sakit Daerah Kalisat, dan Rumah Sakit Daerah Balung pada bulan April-Juni 2024. Informan pada penelitian ini terdiri dari satu informan kunci yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam, lima informan utama, dan lima informan tambahan. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive dengan kriteria yang ditentukan dan teknik pengambilan datanya dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Triangulasi data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian yang didapat adalah seluruh informan utama menderita diabetes melitus tipe 2 mulai dari 4 bulan-6 Tahun dengan kadar gula lebih dari 500 mg/dl saat pertama kali terdiagnosa. Seluruh informan sering opnam di rumah sakit karena kadar gula darah yang tinggi dan mayoritas pernah mengalami koma diabetikum. Seluruh informan utama melakukan diet yang didampingi oleh caregiver dengan metode 3J. Rata-rata makan 3 kali sehari, terkadang ditambahi selingan. Jenis dan porsi makanan mengikuti piring model T yang terbagi menjadi setengah piring diisi sayuran (bayam, katuk, atau kubis), seperempat piring diisi protein (tempe, tahu, atau ikan), dan seperempat piring karbohidrat (nasi putih atau nasi jagung). Pada dimensi magnitude sebagian informan utama merasa kesulitan melakukan diet karena sering merasa lapar. Sehingga informan utama makan dengan porsi banyak dan sering konsumsi camilan manis. Pada dimensi generalisasi sebagian informan utama merasa kurang tepat karena pola makan yang tidak sesuai dengan anjuran diet, namun yakin dapat melakukan diet. Pada dimensi kekuatan sebagian informan utama merasa mampu menjalani diet karena seluruh informan utama memiliki motivasi untuk sehat dan mendapatkan dukungan dari orang sekitar. Saran bagi remaja penderita diabetes tipe 2 diharapkan dapat mensubstitusi camilan manis dengan dengan yang lebih sehat, seperti buah dan coklat hitam rendah gula. Saat timbul keinginan makan dapat didistraksi dengan melakukan aktivitas fisik dan hobi. Terapkan mindfull eating dengan menggunakan piring kecil untuk mengurangi porsi makan, kenali sinyal lapar tubuh, fokuskan perhatian, nikmati perlahan, serta hindari distraksi saat makan. Bagi Instansi terkait diharapkan dapat melibatkan ahli gizi dan sediakan dukungan psikologis saat konseling pada remaja dan keluarga. Mempertimbangkan terkait personalisasi dan individualisasi diet dengan menyesuaikan rencana diet berdasarkan preferensi dan kondisi individu. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai mengenai self efficacy dengan mengukur tiap tingkatan dimensi, menggunakan metode yang berbeda, dan menambahkan faktor yang mempengaruhi.

Description

Reuplaod File Repositori 12 Februari 2026_Teddy/Hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By