Studi Komprehensif Adsorpsi Metilen Biru dalam Air oleh Polianilina
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan di berbagai dunia,
salah satunya adalah pencemaran air akibat limbah cair industri tekstil yang
mengandung zat pewarna. Pewarna sintetik dalam industri tekstil yang biasa
digunakan, salah satunya adalah zat warna metilen biru. Metilen biru adalah
pewarna kationik yang toksik dan sulit terurai di lingkungan. Penghilangan metilen
biru ini membutuhkan metode yang memadai, seperti yang banyak digunakan
adalah Adsorpsi. Adsorpsi merupakan proses melekatnya suatu molekul atau ion
dari zat terlarut (adsorbat) pada permukaan padatan yang bertindak sebagai
adsorben. Metode ini populer karena sifatnya yang sederhana, efisien, hemat energi,
dan dapat memanfaatkan berbagai jenis bahan sebagai adsorben. Adsorben yang
digunakan untuk adsorpsi dapat berupa material alami, sintetis, atau hasil
modifikasi seperti karbon aktif, zeolit, biomassa, hingga polimer konduktif.
Polianilina (PANI) adalah adsorben berbasis polimer yang banyak diteliti untuk
aplikasi adsorpsi dalam berbagai bidang. PANI memiliki berbagai sifat unggul,
seperti kemudahan dalam sintesis, stabilitas tinggi terhadap lingkungan, dan
kemampuan untuk meningkatkan konduktivitas melalui proses doping. PANI dapat
dibuat secara mudah menggunakan metode pencampuran cepat.
Pada penelitian ini dilakukan optimasi dosis adsorben, pH larutan, waktu
kontak, kinetika adsorpsi, isoterm adsorpsi, dan studi termodinamika adsorpsi.
Model kinetika yang dikaji meliputi model orde satu semu, orde dua semu, dan
Elovich. Pendekatan model kinetika digunakan untuk pendekatan matematis yang
digunakan untuk memahami laju dan mekanisme adsorpsi adsorbat (MB) pada
permukaan PANI. Model isoterm yang dikaji meliputi model Langmuir dan
Freundlich. Model isoterm digunakan untuk menggambarkan hubungan antara
konsentrasi zat di larutan dan jumlah zat yang terikat pada permukaan adsorben
dalam kondisi kesetimbangan. Karakterisasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu spektrofotometer FTIR dan SEM. Karakterisasi FTIR ini digunakan untuk
memastikan keberhasilan sintesis dengan mengetahui gugus fungsi yang terdapat
pada struktur polimer serta morfologi permukaannya sebelum dan sesudah
adsorpsi. SEM digunakan untuk mengetahui morfologi PANI.
Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa PANI yang disintesis
mengandung gugus fungsi utama seperti benzenoid dan kuinonoid, serta ikatan CN
dan
N-H
yang
merupakan
struktur
polianilina.
Hasil
SEM
menunjukkan
bahwa
partikel
PANI
memiliki
bentuk
aglomerat
yang
tidak
teratur,
menunjukkan
bahwa
morfologi
permukaannya sesuai untuk aplikasi sebagai adsorben karena
menyediakan area permukaan yang luas. Optimasi parameter adsorpsi dilakukan
terhadap dosis adsorben, pH larutan, dan waktu kontak. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa dosis optimum PANI untuk adsorpsi MB adalah sebesar 10
mg, dengan pH optimum pada pH 8, dan waktu kontak optimum selama 70 menit.
Pada kondisi tersebut, efisiensi dan kapasitas adsorpsi mencapai nilai maksimal.
Model kinetika yang paling sesuai adalah model orde dua semu, yang
mengindikasikan bahwa laju adsorpsi tidak hanya tergantung pada konsentrasi
adsorbat, tetapi juga pada ketersediaan situs aktif adsorben. Model isoterm adsorpsi
menunjukkan bahwa model Freundlich lebih sesuai, menunjukkan bahwa proses
adsorpsi terjadi pada permukaan heterogen dan membentuk lapisan multilayer.
Studi termodinamika menunjukkan bahwa proses adsorpsi metilen biru oleh PANI
bersifat spontan, endotermik, dan terjadi peningkatan ketidakteraturan. Nilai
perubahan entalpi juga menunjukkan bahwa adsorpsi melibatkan interaksi fisik
(fisisorpsi). Analisis interaksi antara adsorben dan adsorbat dilakukan dengan
membandingkan spektrum FTIR sebelum dan sesudah proses adsorpsi. Hasil dari
analisis ini ditemukan bahwa PANI dalam bentuk emeraldine salt mengalami
dedoping selama proses adsorpsi dan berubah menjadi bentuk emeraldine base.
Interaksi yang terlibat antara PANI dan MB berdasarkan analisis ini yaitu berupa
interaksi π-π stacking antara cincin aromatik MB dan backbone aromatik PANI.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 12
