Perbandingan Metode Geographically Weighted Poisson Regression dan Geographically Weighted Random Forest Terhadap Kasus Stunting pada Balita di Provinsi Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Pemodelan data respon count yang mengandung heterogenitas spasial yang
sesuai adalah pemodelan regresi Poisson berbobot geografis atau Geographically
Weighted Poisson Regression (GWPR). GWPR adalah salah satu metode statistika
yang merupakan pengembangan dari bentuk lokal regresi Poisson ketika adanya
heterogenitas spasial pada data. Metode lain yang dapat digunakan untuk mengatasi
permasalahan heterogenitas spasial adalah Geographically Weighted Random
Forest (GWRF). GWRF adalah metode variasi antara GWR dan Random Forest.
Random Forest merupakan metode yang terdiri dari beberapa pohon keputusan
(decision tree) dan dibangun dengan menggunakan vektor acak serta digunakan
untuk mengatasi permasalahan regresi dan klasifikasi.
Model GWPR dan model GWRF pada penelitian ini akan diaplikasikan pada
data jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2022. Balita pendek (stunting)
adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi
berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai atau bisa dikatakan dengan
kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan
umur seusianya. Pemodelan GWPR dilakukan dengan menggunakan kernel
Adaptive Gaussian, Adaptive Bisquare, Fixed Gaussian, dan Fixed Bisquare.
Pemilihan bandwidth dan kernel optimum dilakukan dengan menggunakan nilai
Cross Validation (CV). Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diperoleh nilai
CV optimum sebesar 329,5926 dan bandwidth optimum sebesar 0,9473552 dengan
menggunakan kernel Adaptive Bisquare. Pemodelan GWRF dilakukan dengan
menggunakan Adaptive karena kernel ini berdasarkan jumlah tetangga terdekat pada
setiap lokasi pengamatan. Pemilihan bandwidth optimum dilakukan dengan
menggunakan nilai R-square (𝑅2) model lokal tertinggi yaitu sebesar
0,31056903059761 dengan bandwidth optimumnya adalah 38. Tujuan penelitian ini
adalah untuk membandingkan antara metode GWPR dan GWRF dengan melihat
pemilihan model terbaik dari nilai R-square (𝑅2) dan RMSE. Perbandingan antara
GWPR dan GWRF menggunakan nilai R-square (𝑅2) dan RMSE. Nilai R-square (𝑅2) model GWPR sebesar 0,6580711, sedangkan GWRF sebesar 0,9482904.
Nilai RMSE model GWPR > GWRF (2,210364 > 0,8595705). Berdasarkan
nilai-nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa model GWRF lebih baik dalam
menjelaskan kejadian stunting di Provinsi Jawa Timur.
Description
Reupload Repository 12 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
