Hubungan National Early Warning Score dengan Transfer Intensive Care Unit pada Pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) memberikan pelayanan bagi pasien dengan penurunan kondisi fisiologis yang berisiko mengalami kejadian tidak diharapkan, di antaranya yaitu cardiac arrest, apneu, mortalitas, hingga transfer pasien ke unit perawatan intensif. Sering kali, pasien di IGD dengan kondisi kritis membutuhkan transfer ICU untuk mendapatkan perawatan intensif dan mengurangi outcome yang merugikan. Akan tetapi, transfer ICU tanpa adanya indikasi yang jelas dapat meningkatkan lama rawat inap di rumah sakit dan biaya terkait. National Early Warning Score (NEWS) menjadi salah satu instrumen yang digunakan sebagai sistem pemantauan melalui pengumpulan data tanda-tanda vital pasien secara berkala untuk menilai penurunan kondisi fisiologis dari pasien. Identifikasi yang akurat bagi pasien dengan tingkat urgensi tinggi sangat penting untuk keselamatan pasien, karena kesalahan dalam mengklasifikasikan pasien dengan tingkat urgensi rendah dapat mengakibatkan keterlambatan dalam diagnosis, pengobatan, dan penundaan pemindahan pasien berisiko ke ICU, yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi pasien dan meningkatkan angka kematian. Sebaliknya, mengategorikan pasien dengan tingkat urgensi rendah secara tepat akan meningkatkan efisiensi pelayanan di IGD dan mengurangi waktu tunggu bagi pasien IGD dengan tingkat urgensi tinggi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan National Early Warning Score dengan transfer Intensive Care Unit pada pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tk.III Baladhika Husada Jember. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder berupa data rekam medis. Populasi dalam penelitian ini yaitu 1.685 pasien yang masuk ke ruang IGD Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada Jember terhitung mulai bulan Juli hingga September tahun 2023. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan besaran sampel yang didapatkan yaitu sebanyak 313 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang memuat karakteristik responden, lembar observasi NEWS pada 7 parameter, serta data transfer ICU pasien IGD RS Tk. III Baladhika Husada Jember. Analisa data menggunakan Uji Spearman’s Rho untuk mengetahui adanya hubungan antara kedua variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden yang didapatkan memiliki rata-rata usia 51 tahun, mayoritas skor NEWS yang dimiliki oleh responden di ruang IGD berada pada kategori sangat rendah-rendah, serta sebagian besar pasien yang berada di ruang IGD tidak mengalami transfer ICU. Hasil Uji Spearman’s Rho untuk mengetahui hubungan antara National Early Warning Score dengan Transfer Intensive Care Unit pada Pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat didapatkan p-value <0,001, dimana p-value tersebut menunjukkan <0,05 yang artinya terdapat hubungan National Early Warning Score dengan Transfer Intensive Care Unit pada Pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada Jember. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu hipotesis alternatif (ha) dapat diterima sehingga terdapat hubungan National Early Warning Score dengan Transfer Intensive Care Unit pada Pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Tk. III Baladhika Husada Jember dengan nilai p-value < 0,05.

Description

Reupload Repository 12 Februari 2026_Hasyim/Firdiana

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By