Perbedaan Gender terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Retensi Belajar Biologi Siswa SMA yang Menerapkan Model Problem Based Learning.

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya ialah masih rendahnya keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan mengingat (retensi) pada peserta didik. Keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan mengingat terhadap materi pelajaran menjadi salah satu faktor dalam penentu efektivitas pembelajaran dan hasil belajar pada peserta didik. Model Problem Based Learning dianggap sebagai model yang dapat meningkatkan tingkat kreativitas dan retensi belajar. Namun, tidak semua peserta didik dapat merespon model ini dengan hasil yang sama. Peserta didik laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam proses berpikir. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan dalam struktur otak pada peserta didik laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pada peserta didik laki-laki dan perempuan terhadap keterampilan berpikir kreatif dan retensi belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Jember pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Jenis dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain two group pre-test and pos-test. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas X di SMA Negeri 5 Jember dengan sampel yang digunakan yaitu 2 kelas. Kelas penelitian dipilih melalui uji kesetaraan dengan mengerjakan soal pilihan ganda yang telah diberikan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Pemilihan kelas dilakukan dengan random sampling, kelas yang terpilih menjadi kelas penelitian yaitu kelas X6 dan X8. Data yang diperoleh dari kelas penelitian dianalisis terlebih dahulu menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Analisis terhadap data berpikir kreatif dianalisis menggunakan uji ANAKOVA sedangkan untuk data retensi belajar menggunakan Independent t-Test.i Keterampilan berpikir kreatif diukur menggunakan pre-test dan pos-test, sedangkan retensi diukur menggunakan retest yang diadakan 2 minggu setelah pos-test. Materi yang digunakan pada soal tes tersebut adalah materi keanekaragaman hayati. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa analisis data perbedaan gender terhadap keterampilan berpikir kreatif memperoleh nilai signifikansi 0,000. Analisis data perbedaan gender terhadap retensi belajar memperoleh nilai signifikansi 0,001. Kedua nilai yang didapatkan dianggap signifikan karena ≤0,05, yang artinya perbedaan gender terhadap keterampilan berpikir kreatif dan retensi belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning berpengaruh signifikan. Terdapat perbedaan hasil rata-rata nilai pre-test, pos-test maupun retest antar gender terhadap keterampilan berpikir kreatif dan retensi. Pada keterampilan berpikir kreatif terdapat selisih sebesar 14,04 antar gender perempuan dengan laki-laki. Rata-rata nilai pre-test dan pos-test gender perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Pada retensi belajar terdapat selisih sebesar 10,91 antar gender perempuan dengan laki-laki. Hasil rata-rata tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki nilai atau skor retest yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan gender terhadap keterampilan berpikir kreatif dan retensi belajar biologi siswa SMA dengan menerapkan Model Problem Based Learning.

Description

Reupload File Repositori 12 Februari 2026_Teddy/Hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By