Penerapan Teori Internal Focalization Gerard Genette Pada Penyutradaraan Film Pulasara
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan manusia. Film
Pulasara menggambarkan bagaimana orang yang telah meninggal merasakan
suasana pemulasaraan jenazahnya sendiri. Dalam penyutradaraan film Pulasara,
pengkarya menerapkan teori internal focalization oleh Gerard Genette yang
merupakan teori penyampaian narasi, di mana informasi dalam film terbatas pada
hal-hal yang diketahui dan dirasakan oleh seorang tokoh (Bruhns, 2024:128).
Penerapan teori internal focalization dalam film Pulasara didukung dengan konsep
subjective POV shot. Dengan konsep ini, kamera diposisikan sebagai mata seorang
tokoh. Dengan konsep ini sudut pandang hanya terbatas pada perspektif tokoh
tersebut dan penonton hanya dapat mengetahui informasi sesuai apa yang didapat
oleh tokoh tersebut.
Film Pulasara menceritakan tentang bagaimana seorang bapak bernama
Yanto yang telah meninggal dunia merasakan suasana ketika pemulasaraan
jenazahnya sendiri. Ia dapat melihat dan mendengar apa saja yang terjadi di
sekitarnya, namun tubuhnya terbaring tak berdaya. Ia hanya bisa menyaksikan
anak-anaknya yang seharusnya berduka justru berdebat memperebutkan warisan,
hingga pada akhirnya terungkap bahwa warisan yang ditinggalkan oleh Yanto
bukanlah harta, melainkan hutang.
Film ini mengangkat permasalahan perebutan warisan antar saudara
kandung, di mana permasalahan ini sering kali merusak hubungan persaudaraan.
Pengkarya menggunakan konsep one shot film dalam film ini yang berarti film ini
hanya terdiri dari satu shot panjang, sehingga penerapan teori internal focalization
dengan subjective POV shot berada pada keseluruhan film. Dengan penerapan teori
internal focalization, penonton dapat merasakan seakan menjadi tokoh Yanto pada
film tersebut.
Description
Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Rudi H/Ardi
