Hubungan Citra Tubuh dengan Harga Diri Remaja Awal di Smpn 1 Panji Kabupaten Situbondo

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Masa remaja awal merupakan fase transisi penting dalam perkembangan identitas, di mana kegagalan menyelesaikan tugas perkembangan ini dapat memicu krisis identitas dan perilaku berisiko. Remaja di daerah rural menghadapi tantangan yang lebih besar terkait kesehatan mental akibat keterbatasan fasilitas, informasi, dan layanan. Harga diri yang rendah pada remaja sering dikaitkan dengan ketidakpuasan terhadap citra tubuh. Data menunjukkan banyak remaja awal merasa tidak puas dengan penampilan mereka dan merasa diri tidak berharga. Sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan mental, termasuk dukungan kesehatan melalui kehadiran perawat. SMPN 1 Panji Kabupaten Situbondo sebagai sekolah yang terletak di wilayah rural, belum memiliki fasilitas layanan kesehatan yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada siswa remaja awal sebagai upaya dalam memahami dinamika psikologis remaja di daerah dengan keterbatasan layanan. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Panji Kabupaten Situbondo menggunakan desain kuantitatif dengan metode koofesien korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 297 siswa remaja awal dengan teknik pengambil sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire untuk mengukur citra tubuh dan alat ukur Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur harga diri. Analisis deskriptif dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk rata-rata (mean), standar deviasi, distribusi frekuensi, dan persentase. Analisis inferensial pada penelitian ini menggunakan uji Spearman-rank Correlation untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini menggunakan etika penelitian kebebasan, kerahasiaan, keadilan, dan kemanfaatan yang telah mendapatkan sertifikat laik etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) di Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan nomor surat 186/UN25.1.14/KEPK/2025. Hasil analisis karakteristik umum responden didapatkan rata-rata usia responden sebesar 14,00 tahun, jumlah responden dari masing-masing kelas 7, 8, dan 9, lebih dari 50% responden lebih berjenis kelamin perempuan, mayoritas responden tinggal bersama keluarga, lebih dari 50% responden memilih teman dekat sebagai peer influence, dan sebagian besar responden merupakan pengguna aktif media sosial TikTok. Hasil analisis karakteristik fisik responden menunjukkan lebih dari 50% responden memiliki kategori IMT yang sesuai dengan ukuran tubuh idealnya, lebih dari 50% responden memiliki warna kulit yang sesuai dengan warna kulit idealnya, lebih dari 50% responden memiliki bentuk rambut yang sesuai dengan bentuk rambut idealnya, lebih dari 50% responden memiliki bentuk mata yang sesuai dengan bentuk mata idealnya, dan lebih dari 50% responden memiliki bentuk hidung yang sesuai dengan bentuk hidung idealnya. Hasil analisis variabel citra tubuh menunjukkan lebih dari 50% responden memiliki citra tubuh negatif. Hasil analisis variabel harga diri menunjukkan lebih dari 50% responden memiliki harga diri tingkat sedang. Hasil analisis hubungan citra tubuh dengan harga diri menunjukkan adanya hubungan bermakna berkekuatan lemah antara kedua variabel dengan arah korelasi positif yang artinya semakin positif citra tubuh maka semakin tinggi harga diri yang dimiliki, begitu juga sebaliknya. Kepuasan remaja mengenai kondisi tubuhnya berkaitan dengan evaluasi dan penerimaan remaja terhadap dirinya secara utuh. Temuan ini menggarisbahawi pentingnya membangun persepsi positif terhadap tubuh sebagai upaya untuk meningkatkan harga diri pada remaja. Kehadiran perawat komunitas di sekolah berperan penting dalam mendukung kesehatan mental remaja melalui edukasi, deteksi dini, serta pendampingan emosional. Upaya ini tentu memerlukan dukungan aktif dari keluarga, pihak sekolah, dan instansi layanan kesehatan setempat dalam menjalin kerja sama demi meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa remaja.

Description

Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Teddy/Hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By