Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Tingkat Penerimaan Diri Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kejadian penyakit gagal ginjal kronis (GGK) setiap tahunnya terus
meningkat. Selama proses hemodialisa, pasien umumnya mengalami berbagai
masalah yang tidak diinginkan yaitu psikologis, fisiologis, dan psikologis. Aspek
psikologis seringkali kurang mendapat perhatian yang berdampak terhadap
penerimaan diri pasien hemodialisa. Penerimaan diri yang rendah cenderung
menyebabkan pasien hemodialisa tidak memiliki kemauan untuk menjalani
pengobatan dan patuh terhadap jadwal terapi. Peran perawat sebagai care provider
mempengaruhi motivasi pasien untuk menjalani perawatan. Kehadiran seorang
perawat terhadap pasien hemodialisa dengan mendengarkan penuh perhatian,
mampu menghargai, memberikan motivasi, dan empati merupakan tindakan yang
meningkatkan harga diri pasien dengan keterbatasan yang dialami. Pasien
hemodialisa yang mendapatkan caring perawat dengan baik, diharapkan dapat
membujuk akan penerimaan terhadap penyakit.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku caring
perawat dengan tingkat penerimaan diri pada pasien gagal ginjal kronis yang
menjalani hemodialisa di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini dilakukan di
unit hemodialisa RSD dr. Soebandi Jember pada bulan Januari 2024. Penelitian
ini menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan studi cross sectional.
Jumlah populasi berdasarkan hasil studi pendahuluan adalah 185 pasien. Sampel
yang digunakan dalam penelitian adalah 138 pasien dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan menggunakan tiga
jenis kuesioner yaitu kuesioner data demografi pasien, kuesioner caring
professional scale, dan kuesioner Berger’s self acceptance scale. Uji etikpenelitian telah dilakukan dengan No. 357/UN25.1.14/KEPK/202 di tim KEPK
Fakultas Keperawatan Universitas Jember.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku caring perawat memiliki
perilaku caring kategori baik sebesar 103 responden (74,6%) dan sebesar 103
responden (77,5%) memiliki tingkat penerimaan diri kategori baik. Hubungan
antara perilaku caring perawat dengan tingkat penerimaan diri pada pasien gagal
ginjal kronis yang menjalani hemodialisa dilakukan uji korelasi Kendall Tau C
dengan nilai 𝜌 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 0,001 dan r = 0,410. Hasil tersebut dapat diartikan
bahwa perilaku caring perawat dengan tingkat penerimaan diri memiliki
hubungan yang sangat signifikan dengan derajat korelasi sedang dan arah korelasi
positif.
Perilaku caring perawat dinilai penting dalam memenuhi pelayanan
keperawatan dan memberikan dampak positif terhadap keyakinan pasien dalam
menjalani kehidupan. Hal ini disebabkan perilaku caring perawat terhadap pasien
hemodialisa dapat membantu dalam mempengaruhi kesejahteraan pasien,
mengatasi permasalahan yang dialami, memahami dan menerima bagaimanapun
kekurangan dan kelebihan terhadap kondisi kesehatannya. Perawat hemodialisa
dalam perilaku caring perawat hendaknya senantiasa hadir dengan membantu dan
mendorong pasien meningkatkan rasa penerimaan sehingga memberikan motivasi
untuk mengatasi masalah yang dipandang sebagai tantangan hidup.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_Arif/Halima
