Ketergantungan Bangladesh terhadap Perusahaan H&M dalam Industri Garmen Fast Fashion

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Ketergantungan Bangladesh terhadap Perusahaan H&M dalam Industri Garmen Fast Fashion

Abstract

Perusahaan H&M (Hennes & Mauritz) adalah salah satu perusahaan multinasional yang begerak di bidang fashion yang menerapkan sistem fast fashion. Dalam proses produksinya, H&M melakukan praktik yang ekploitatif terhadap buruh garmen di Bangladesh, seperti adanya kekerasan, upah terlampau rendah dengan jam kerja melewati standar, kecelakaan kerja karena fasilitas pabrik yang buruk, dan adanya pekerja anak. H&M sendiri dalam visi dan strateginya yang mengedapankan hak asasi manusia (H&M, 2020). Hal ini justru sangat kontras dengan kenyataan di lapangan. Selain itu, Bangladesh sebagai anggota ILO telah meratifikasi 36 konvensi dan satu protokol ILO. Oleh karena itu, skripsi ini menjelaskan mengapa Bangladesh tetap mempertahankan investasi dari H&M yang menyebabkan adanya eksploitasi buruh garmen di negaranya. Penelitian ini menggunakan teori strukturalis dan dianalisis lebih lanjut menggunakan teori ketergantungan dari Cardoso. Teori ketergantungan Cardoso menyebutkan pola ketergantungan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui data kepustakaan. Selain itu, metode analisis data menggunakan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya ekspolitasi buruh yang dilakukan oleh H&M disebabkan oleh sistem ekonomi kapitalis dengan sistem kerja commodification of labor di Bangladesh. Terjadinya hal ini selama puluhan tahun dibiarkan oleh Pemerintah Bangladesh. Ketidakmampuan pemerintah Bangladesh menyelesaikan isu ini disebabkan karena adanya ketergantungan terhadap H&M. Faktor internal karena lemahnya undang-undang dan kebijakan pemerintah Bangladesh mengenai upah minimal pekerja garmen. Faktor eksternal yaitu kebutuhan Bangladesh terhadap FDI dari H&M untuk meningkatkan ekonomi. Oleh karena itu, Bangladesh tidak dapat keluar dari ketergantungan terhadap H&M.

Description

Reupload file repository 11 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By