Analisis Life Cycle Assessment pada Agroindustri Tembakau

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Setiap tahapan dalam proses pengolahan memiliki potensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik melalui penggunaan sumber daya alam maupun emisi yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya komoditas tembakau dalam sektor ekonomi, terutama di Kabupaten Jember, namun kegiatan pengolahannya menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan akibat penggunaan bahan bakar, pupuk, pestisida, dan energi listrik yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung konsumsi energi, menghitung emisi yang ditimbulkan, menganalisis potensi dampak lingkungan seperti Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP) serta memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini membahas analisis siklus hidup (Life Cycle Assessment/LCA) pada agroindustri tembakau dengan pendekatan cradle to gate yang mencakup seluruh tahapan proses dari kegiatan on-farm (pembibitan hingga pelayuan) dan off-farm (penimbangan hingga pengemasan). Analisis dampak lingkungan menggunakan metode LCA berdasarkan standar ISO 14040 dengan bantuan software OpenLCA serta metode CML 2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi tertinggi terjadi pada proses pengemasan yang menggunakan bahan heavy fuel dan solar. Selain itu, tahapan pemeliharaan juga berkontribusi menyumbang gas emisi yang diakibatkan karena penggunaan bahan bakar bensin dan pupuk anorganik. Dampak lingkungan yang dihasilkan selama proses pengolahan on-farm dan off-farm yakni nilai Global Warming Potential sebesar 511.301,2422kg 𝐶𝑂2−𝑒𝑞, Asidification Potential sebesar 33.112,3383kg 𝑆𝑂2−𝑒𝑞., dan Eutrophication Potential sebesar 5.081,328057kg 𝑃𝑂43−eq. Jenis gas emisi penyumbang Global warming potential diantaranya CH₄, N₂O, dan CO₂. Emisi penyumbang Asidification Potential 𝑆𝑂2, 𝑁𝑂𝑥 dan Eutrophication Potential disebabkan oleh adanya gas 𝑁𝑂𝑥, 𝑁2𝑂. Rekomendasi perbaikan yang diajukan antara lain adalah efisiensi penggunaan bahan bakar dengan cara mengurangi jarak tempuh pembelian bahan baku pengemas, rekomendasi pendekatan secara Integrated Nutrient Management (INM), yaitu dengan tetap menggunakan pupuk anorganik namun di imbangi dengan penggunaan pupuk organik berupa kotoran ayam dan abu sekam. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan agroindustri tembakau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Description

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By