Hubungan Penyesuaian Diri Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Dismenorea Pada Siswa Sekolah Dasar di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Dismenorea merupakan suatu fenomena simptomatik pada saat menstruasi
meliputi nyeri perut bagian bawah dan merupakan salah satu masalah menstruasi yang
paling umum terjadi. Remaja putri yang mengalami menstruasi pada usian < 12 tahun
berisiko mengalami dismenorea. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan
Desember 2023 mendapatkan hasil bahwa siswa kelas 5 dan 6 SD di Desa Lojejer
Kecamatan Wuluhan didapatkan 34% dari 191 remaja putri telah mengalami
menstruasi dan 89% mengalami menstruasi pada usia <12 tahun. Selain itu, terdapat
84% remaja putri mengalami nyeri menstruasi (dismenorea). Hasil studi pendahuluan
juga menunjukkan bahwa seluruh sekolah dasar tersebut belum mendapatkan informasi
atau pemberian edukasi terkait kesehatan reproduksi dan menstruasi dari pelayanan
kesehatan maupun dari instansi kesehatan terkait. Siswa perempuan yang mengalami
dismenorea pada tahap perkembangan awal di sekolah dasar belum sepenuhnya siap
menghadapi perubahan fisik dan emosional yang disebabkan oleh dismenorea.
Dismenorea tentu saja menjadi hal yang baru bagi mereka yang baru mengalami
menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian diri yang baik untuk mengatasi
banyaknya dampak yang timbul dari dismenorea. Individu yang tidak mampu
menyesuaikan diri dengan kondisi yang dialami berisiko mengalami kecemasan.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis penelitian analitik
observasional dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini dilakukan di
seluruh SD di Desa Lojejer meliputi SDN Lojejer 1, SDN Lojejer 2, SDN Lojejer 3,
SDN Lojejer 4, SDN Lojejer 5, SDN Lojejer 6, MI Nurul Islam, SD Islam NU 18 Darus
Sholah, dan MI Al Hidayah Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember.
Populasi pada penelitian ini adalah 55 siswa. Pengambilan sampel yaitu probability
sampling dengan metode simple random sampling sehingga didapatkan sampel yaitu
51 siswa. Instrumen pengambilan data berupa kuesioner penyesuaian diri dan
kuesioner kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) yang telah dimodifikasi.
Analisis data menggunakan analisis univariat yang digunakan untuk mendeskripsikan
karakteristik responden dan analisi bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri respondenyang tidak jauh
berberda antara penyesuaian diri rendah, sedang, dan tinggi (35,3%; 33,3%; 31,4%).
Begitupun pada tingkat kecemasan responden tidak jauh berbeda antara tidak cemas,
cemas sedang, dan cemas ringan (33,3%; 31,4%; 35,3%). Hasil analisis data dengan
uji chi square didapatkan p-value 0,026 (<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat
hubungan penyesuaian diri dengan tingkat kecemasan menghadapi dismenorea pada
siswa SD di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Siswa dengan
penyesuaian diri yang baik maka sedikit kemungkinan berisiko mengalami kecemasan,
namun apabila siswa dengan penyesuaian diri buruk lebih berisiko untuk mengalami
kecemasan.
Saran dari peneliti bagi siswa SD di Desa Lojejer perlu meningkatkan pengetahuan
dengan menggali berbagai informasi terkait dismenore, selain itu meningkatkan
keterampilan coping yang sehat untuk menghadapi kecemasan seperti relaksasi atau
olahraga. Pihak SD/sederajat perlu meningkatkan peran BK dan UKS dalam pemberian
informasi dan dukungan psikologis kepada siswa dalam menghadapi menstruasi dan
pengadaan kelas pubertas serta pembentukan PIK-R. Dinas Kesehatan melalui
Puskesmas dapat bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat melakukan
pengabdian masyarakat serta Praktik Belajar Lapang (PBL) ke SD/sederajat dalam
rangka melakukan promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi. Peneliti
selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait media edukasi tentang dismenorea pada
siswa SD.
Description
Reupload Repositori File 11 Februari 2026_Kholif Basri
