Studi Deskriptif: Status Fungsional Tangan Pada Penyadap Karet Dengan Risiko Carpal Tunnel Syndrome di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan jenis gangguan pada ekstremitas
atas khususnya pada bagian tangan dan pergelangan tangan yang dapat
mengganggu fungsi motorik, kekuatan tangan, ketangkasan, hingga penurunan
status fungsional dalam melakukan aktivitas sehari-hari. CTS terjadi karena
adanya penekanan pada saraf median di terowongan karpal. Sebagian besar
penyadap karet di Indonesia dilaporkan mengalami gejala CTS seperti nyeri,
kesemutan, dan mati rasa pada jari-jari tangan yang dipersarafi oleh saraf median.
Gejala CTS yang dialami oleh penyadap karet terjadi karena aktivitas penyadapan
yang dilakukan secara berulang dan terus-menerus diikuti dengan
ketidaknyamanan ergonomi pada pergelangan tangan. Kondisi CTS yang
berkepanjangan tanpa adanya penanganan yang sesuai akan berdampak pada
penurunan status fungsional tangan yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari,
menurunkan produktivitas, hingga memengaruhi kehidupan sosial. Penilaian
terhadap status fungsional tangan merupakan langkah awal yang dapat dilakukan
supaya intervensi atau tindakan lanjutan terkait kondisi yang ditemukan dapat
diberikan secara tepat. Banyaknya jumlah pekerja penyadap karet di Kabupaten
Jember mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai status
fungsional tangan penyadap karet dengan risiko CTS, khususnya pada penyadap
karet di wilayah kerja Puskesmas Tempurejo.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan status
fungsional tangan penyadap karet dengan risiko carpal tunnel syndrome di
wilayah kerja Puskesmas Tempurejo kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan
studi observasional dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan cross
sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan 212
penyadap karet yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menjadi subjek penelitian.
Penilaian status fungsional tangan dilakukan dengan menggunakan Kuesioner
Sindrom Terowongan Karpal Boston (KSTK-B). Data dianalisis secara deskriptif
dan penilaian uji statistik dilakukan menggunakan one sample Kolmogorov-
Smirnov untuk melihat signifikansi data pada variabel yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50% penyadap karet di
wilayah kerja Puskesmas Tempurejo, Kabupaten Jember berada pada usia 45
hingga 58 tahun, mayoritas berjenis kelamin laki-laki (58,5%), dengan nilai IMT
pada rentang normal (55,7%). Hampir seluruh penyadap karet bekerja lebih dari
empat tahun (99,1%) dengan durasi lebih dari empat jam dalam sehari (96,7%).
Derajat keparahan gejala CTS yang dirasakan oleh penyadap karet berada pada
skala gejala ringan (48,1%). Penilaian menggunakan KSTK-B menunjukkan hasil
bahwa status fungsional tangan penyadap karet bervariasi mulai tidak ada
kesulitan hingga kesulitan parah, dengan mayoritas berada pada kesulitan ringan
(58,5%). Hasil uji one sample Kolmogorov-Smirnov pada semua kelompok
aktivitas fungsional tangan memiliki nilai p-value 0,000 yang menunjukkan
bahwa data yang didapatkan tidak terdistribusi dengan normal pada tiap
kelompoknya. Tingkat kesulitan status fungsional pada kelompok aktivitas yang
memerlukan ketangkasan dan ketepatan; dan kelompok aktivitas dinamis
menggunakan beberapa jari dilaporkan mengalami kesulitan ringan pada separuh
dari total penyadap karet, sedangkan kelompok aktivitas yang memerlukan gaya
dan rotasi dilaporkan tidak terdapat kesulitan pada separuh dari total penyadap
karet.
Description
Reupload Repositori File 11 Februari 2026_Kholif Basri
