Implementasi Relaksasi Genggam Jari Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Nyeri Akut di RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Nyeri akut menjadi masalah keperawatan yang selalu muncul pada pasien
post sectio caesarea. Nyeri akibat pembedahan apabila tidak segera ditangani akan
menghambat mobilitas ibu, memperlambat pemulihan, serta mengganggu
perawatan bayi, termasuk inisiasi menyusu dini. Untuk mengurangi nyeri, dapat
digunakan teknik non-farmakologi berupa terapi relaksasi genggam jari. Tujuan
penulisan laporan tugas akhir ini untuk mengetahui implementasi relaksasi
genggam jari pada pasien post section caesarea dengan nyeri akut di RSUD dr.
Haryoto Lumajang.
Desain penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan studi kasus dengan
mengambil 1 partisipan post section caesarea yang sesuai dengan kriteria penulis
yaitu dirawat di Ruang Teratai RSUD dr. Haryoto Lumajang, tidak memiliki
gangguan musculoskeletal, menunjukkan gejala mayor nyeri akut minimal 80%
(mengeluh nyeri, tampak meringis, bersikap protektif menghindari nyeri, gelisah,
frekuensi nadi meningkat, sulit tidur), skala nyeri ringan sampai sedang dan
bersedia menjadi partisipan. Pengumpulan data pada penulisan ini menggunakan
teknik wawancara dan observasi. Alat ukur untuk pengukuran penurunan nyeri
menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan diukur saat sebelum dan sesudah
intervensi. Pemberian implementasi dilakukan selama 3 hari dengan frekuensi yaitu
1 kali sehari dan berdurasi selama 30 menit.
Karakteristik pasien dengan nyeri akut muncul 83,3% tanda gejala mayor
(pasien mengeluh nyeri, tampak meringis, bersikap protektif menghindari nyeri,
gelisah, frekuensi nadi meningkat, sulit tidur), intervensi dilakukan 2 jam sebelum
injeksi diberikan. Hasil pemberian intervensi selama 3 hari didapatkan adanya
penurunan nyeri dengan kriteria hasil keluhan nyeri menurun dari skala nyeri 6
(sedang) menjadi 3 (ringan), meringis menurun, sikap protektif menurun, gelisah
menurun dan kualitas tidur mulai membaik. Disarankan agar intervensi ini
dilanjutkan oleh perawat khususnya ruang nifas, mengingat terapi ini ringan serta
mudah untuk dilakukan dan hasil yang didapatkan efektif untk menurunkan nyeri
pada pasien post section caesarea.
Description
Reupload file repository 11 Februari 2026_Ratna
