Pengembangan Lkpd Berbasis Tumbuhan Habitat Alas Purwo Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Bagian Tubuh Tumbuhan Kelas IV SD
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, yang memerlukan pembelajaran inovatif dan relevan dengan lingkungan. Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran mandiri yang menyenangkan dan bermakna, sehingga pendidik membutuhkan metode serta media pembelajaran yang menarik. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas IV SDN 3 Kedunggebang, ditemukan bahwa media pembelajaran kurang menarik, terlalu banyak bacaan, dan kurang bervariasi, sehingga peserta didik kurang aktif, sering mengobrol, bahkan mengantuk. Literasi peserta didik juga rendah, membuat mereka kesulitan memahami bacaan. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pengembangan LKPD tumbuhan habitat Alas Purwo untuk meningkatkan efektivitas hasil belajar pada materi bagian tubuh tumbuhan?; dan (2) Bagaimana validitas, efektivitas, dan kepraktisan LKPD untuk pembelajaran di kelas IV SDN 3 Kedunggebang?
Hasil beilajar adalah keimampuian peiseirta didik yang didapatkan seiteilah meingikuiti proseis peimbeilajaran. Peineilitian ini meinguikuir tahapan ranah kognitif yang meilipuiti C1 (meingeitahuii), C2 (meimahami), C3 (meineirapkan), dan C4 (meinganalisis). LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) adalah sarana yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi, meningkatkan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, serta memberikan peluang optimal bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir mereka (Vikram dkk., 2020)
Penelitian ini menggunakan desain pengembangan model Borg and Gall dengan 8 dari 10 tahapan, dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, melibatkan 76 peserta didik dari kelas IV SDN 2 dan SDN 3 Kedunggebang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, lembar
validasi, tes, dan dokumentasi. Validitas LKPD diperoleh dari hasil validasi ahli, efektivitas dihitung menggunakan t-test dan uji efektivitas relatif (ER), sementara kepraktisan dinilai dari angket respons siswa. Pengembangan dimulai dengan observasi, diikuti perancangan dan validasi produk oleh ahli. Setelah revisi, uji coba skala kecil dilakukan di SDN 1 Kedunggebang melibatkan 33 peserta didik, melalui prettest, pembelajaran dengan media baru, posttest, dan angket untuk mengukur kepraktisan.
Setelah melewati tahap uji coba dan mendapatkan skor validasi yang baik, langkah selanjutnya adalah uji homogenitas untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Setelah itu baru dikakukannya penelitian. Hasil penelitian pengembangan LKPD tumbuhan habitat Alas Purwo menunjukkan bahwa produk ini telah memenuhi tiga kriteria utama yaitu: (1) Validitas: Berdasarkan analisis data validasi dari empat validator, LKPD ini memperoleh skor 88,4 yang tergolong dalam kategori (sangat layak); (2) Efektivitas: Hasil perhitungan t-test pada aspek kognitif menunjukkan nilai t-hitung sebesar 8,342, t-tabel sebesar 1,665 yang menunjukkan bahwa (t-hitungt>t-tabel). Selain itu, analisis efektivitas relatif menunjukkan bahwa 47,63% peningkatan hasil belajar dipengaruhi oleh penggunaan LKPD, sementara 52,37% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kepraktisan: Berdasarkan hasil uji kepraktisan yang diukur melalui angket respons peserta didik, diperoleh skor sebesar 85,61, yang tergolong dalam kategori (sangat praktis). Dengan hasil tersebut, LKPD yang dikembangkan terbukti valid, efektif, dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran.
Berdasarkan hasil penerapan, dapat disimpulkan bahwa LKPD tentang tumbuhan di habitat Alas Purwo memenuhi kriteria validitas, efektivitas, dan kepraktisan sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. LKPD ini memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional yang digunakan sebelumnya.
Description
Reapluod Repositori File 23 Januari 2026_Kholif Basri
