Integrasi dan Keberfungsian Sosial Masyarakat di Kawasan Relokasi Huniam Tetap Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Pada tanggal 4 Desember 2021, Gunung Semeru meletus, menyebabkan
kerusakan berbagai infrastruktur, termasuk 505 rumah warga, dan menewaskan 48
jiwa. Pemerintah Kabupaten Lumajang sebagai pemerintah yang bertanggung jawab
atas bencana tersebut, pada saat terjadi bencana mengoptimalkan pada penyelamatan
dan evakuasi korban bencana, dan dalam jangka panjangnya Pemerintah Kabupaten
Lumajang merencanakan untuk melakukan pembenahan dan merelokasi penduduk
sekitar. Mayoritas masyarakat kehilangan pekerjaanya, ditempatkan di posko
pengungsian selama 3 bulan, lalu masyarakat yang sudah tidak mempunyai tempat
tinggal dipindahkan ke hunian sementara, hingga setelah 1 tahun akhirnya
masyarakat diberikan bantuan berupa hunian tetap. Namun, pada awalnya banyak
penduduk yang merasakan keberatan karena jauh dari tempat kerja, sehingga mereka
harus beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat yang baru. Berdasarkan
observasi awal, masyarakat huntap sudah mampu dalam bersosialisasi dan
berinteraksi antar tetangga, dan sebagian masyarakat sudah bekerja kembali ke
tempat asal untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sehingga, kondisi masyarakat
huntap layak dikaji lebih dalam mengenai aspek integrasi dan keberfungsian sosial
masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, mendeskripsikan dan
menganalisis tentang inetgrasi dan keberfungsian sosial masyarakat huntap Desa
Sumbermujur.
Penelitian ini menggunakan konsep integrasi dan keberfungsian integrasi dan
keberfungsian sosial masyarakat huntap dapat diukur dan dilihat dari kemampuan
masyarakat yang dapat menyesuaikan dengan berbagai komponen serta dapatberinteraksi dengan berbagai sistem sosial, manajemen penanggulangan bencana
merupakan upaya untuk menghindarkan masyarakat dari bencana yang akan datang
dan mengurangi adanya kemungkinan muncul ancaman atau sesuatu yang dapat
menimbulkan bahaya bagi masyarakat, relokasi korban bencana adalah pengaturan
kembali suatu tempat ke lokasi baru dengan cara pemindahan tempat tinggal
masyarakat yang sudah tidak mempunyai hunian ke tempat yang lebih aman, hunian
tetap sebagai bentuk intervensi pasca bencana merupakan wujud nyata relokasi
pemukiman yang merupakan bagian dari mitigasi bencana untuk mengurangi bahaya
bencana.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus, berlokasi di Huntap Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten
Lumajang. Informan dipiliah secara tertuju, terdiri dari informan pokok dan informan
tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan
dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Keabsahan data dijamin dengan
triangulasi sumber dan teknik untuk menghasilkan data yang lebih konkret dan valid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat huntap dapat berintegrasi
dengan baik, masyarakat huntap mampu dalam beradaptasi dan berinteraksi sosial.
Adapun beberapa bentuk integrasi sosial masyarakat huntap diantaranya: Pertama
terjalinya komunikasi yang baik antar warga, Kedua terciptanya tolong menolong
antar warga, Ketiga terjalinya toleransi antar warga, Keempat dilakukannya kegiatan
keagamaan di lingkungan huntap. Sehingga dari berbagai bentuk integrasi yang sudah
disebutkan menunjukkan bahwa adanya keserasian sosial di kawasan huntap.
Masyarakat huntap juga mampu berfungsi sosial dengan baik, dibuktikan dengan
masyarakat mampu dalam bekerja dan berpenghasilan untuk memenuhi kebutuhan,
serta kerukunan dan gotong royong yang terjalin cukup baik.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_Arif/Halima
