Variasi Konsentrasi Hidrolisat Ikan yang diperkaya Zink (ZnSO4) pada Pakan Ayam Petelur dan Lama Pemberian Pakan terhadap Kadar Β-Karoten Kuning Telur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Telur ayam merupakan sumber pangan hewani yang memiliki kandungan
nutrisi yang cukup baik untuk tubuh. Kuning telur merupakan bagian dari telur
ayam yang memiliki kandungan vitamin dan antioksidan yang baik yaitu beta
karoten. Kandungan beta karoten tiap telur berbeda bergantung pada kualitas ayam
(jenis dan genetik) dan sumber pakan yang diperoleh ayam karena beta karoten
tidak dapat disintesis oleh tubuh ayam dan hanya diperoleh dari serapan nutrisi pada
pakan. Beta karoten merupakan pro vitamin A yang diperlukan oleh tubuh sebagai
sumber vitamin A untuk kesehatan mata, antioksidan, dan antiinflamasi.
Kekurangan beta karoten dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan
fungsional tubuh, oleh karena itu dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kadar
beta karoten. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh variasi penambahan
hidrolisat ikan yang diperkaya zink (ZnSO4) pada pakan ayam dan lama pemberian
pakan tersebut terhadap kadar beta karoten dalam kuning telur ayam petelur.
Penambahan hidrolisat ikan dan sumplementasi mineral zink adalah salah satu
upaya yang diharapkan dapat meningkatkan kadar beta karoten dalam kuning telur
ayam petelur.
Penelitian ini dilakukan di Peternakan Ayam Petelur Desa Darsono
Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember dan Laboratorium Kimia Organik dan Kimia
Analitik Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Jember yang dimulai sejak bulan Februari 2022 hingga hingga Februari
2023. Hidrolisat ikan ditambahkan pada pakan standar sebanyak 4 variasi
konsentrasi hidrolisat sebesar 0 dan 1,5%, serta hidrolisat ikan 1,5% yang diperkaya
zink dengan konsentrasi yang berbeda untuk mengetahui pengaruh kadar Zn
terhadap kadar beta karoten. Ayam yang digunakan adalah ayam berjenis Lohmann
Brown yang berusia ± 8 bulan. Ayam yang digunakan sebanyak 200 ekor yang
dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu A, B, C dan D. Kelompok ayam A
diberi pakan dengan pakan standar (kontrol), kelompok ayam B pakan standar yang
ditambahkan hidrolisat ikan 1,5% (HI1) , kelompok ayam C dan D secara berurutan
diberi pakan standar yang ditambahkan hidrolisat ikan 1,5% (HI2 dan HI3) yang
diperkaya Zn dengan total Zn dalam pakan sebanyak 29,78 ppm dan 32,83 ppm.
Pemberian pakan dilakukan selama 10 hari dan dilakukan pengambilan sampel
dengan cara systematic random sampling pada hari ke 1, 2, 4, 7, dan 10. Analisis
kandungan beta karoten dalam kuning telur ayam dilakukan dengan metode
Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 454 nm yang terdiri dari tahap
ekstrasi sampel dan analisis spektrofotmetri. Hasil yang diperoleh kemudian diuji
menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) two ways dan uji BNT (Beda Nyata
Terkecil) guna mengetahui signifikasi perubahan pada kadar beta karoten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hidrolisat ikan pada
pakan memberikan perubahan yang sifnifikan terhadap kadar beta karoten kuningtelur ayam (p value < 0,05) terutama hidrolisat ikan yang diperkaya Zn. Hasil uji
BNT menunjukkan bahwa tiap variasi konsentrasi berbeda nyata, kadar beta
karoten kuning telur ayam dari kelompok ayam A, B, C dan D berbeda nyata dan
kadarnya meningkat. Lama hari pemberian pakan juga berpengaruh terhadadap
kadar beta karoten. Hasil uji BNT menunjukkan pada hari ke 1 dan ke 2 kadar beta
karoten tidak berbeda nyata yaitu nilainya cenderung tetap. Kadar beta karoten
meningkat pada hari ke 4 dan seterusnya, pada hari ke 4, 7 dan 10 kadar beta karoten
berbeda nyata yaitu memiliki nilai yang berbeda. Hal ini menunjukkan dengan
semakin lama pemberian pakan dengan campuran hidrolisat ikan dan suplementasi
Zn dapat meningkatkan kadar beta karoten dalam kuning telur ayam.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_agus/feren
