Partisipasi Masyarakat Pesisir terhadap Bank Sampah Gemiarto dalam Pengelolaan Sampah di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sampah rumah tangga menjadi salah satu permasalahaan yang sulit teratasi. Hal tersebut terbukti masih banyak sampah yang belum dikelola dengan baik baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Masyarakat memiliki tanggung jawab secara individu dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kurangnya kesadaran masyarakat pesisir terhadap pengelolaan sampah terutama diwilayah pesisir. Salah satu upaya mengatasi masalah sampah yang semakin parah dengan menggunakan prinsip 3R (reduse, reuse, & recycle) melalui bank sampah. Bank Sampah Gemiarto yang terdapat di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember merupakan satu-satunya bank sampah yang ada di wilayah Kecamatan Puger dan masih baru terbentuk pada bulan Oktober 2023. Bagi masyarakat pesisir di wilayah Desa Puger Kulon bank sampah terdengar sangat baru. Keberadaan Bank Sampah Gemiarto merupakan salah satu upaya dalam rangka pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui konsep 3R. Melihat hal tersebut peneliti ingin mengetahui partisipasi masyarakat pesisir terhadap bank sampah dalam pengelolaan sampah, serta menganlisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat pesisir di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Arnstein (1969) ”The Ladder of Citizen Participation” dijelaskan bahwa masyarakat dalam implementasi program pembangunan partisipatif berdasarkan delapan anak tangga yang dikelompokkan atas tiga tingkatan. Tingkatan tersebut dimulai dari nonparticipation, tokenism, dan citizen control, dengan delapan anak tangga mulai dari manipulasi (manipulation), terapi (therapy), informasi (informing), konsultasi (consultation), penentraman (placation), kemitraan (partnership), pendelegasian (delegation), dan kendali warga (citizen control). Arnstein (1969) menyimpulkan bahwa tangga ini adalah panduan untuk melihat siapa yang memiliki kekuasaan ketika keputusan-keputusan viii penting dibuat. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan alat analisis menggunakan SPSS. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap Bank Sampah Gemiarto dalam pengelolaan sampah di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Gemiarto terdapat pada tingkatan ke tiga dalam yakni mulai dari tangga informasi (informing), konsultasi (consultation), penentraman (placation), kemitraan (partnership), dan pendelegasian (delegation). Masyarakat masih belum berada pada tangga citizen control atau kendali warga. Diketahui bahwa faktor yang secara signifikan mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat pesisir terhadap Bank Sampah Gemiarto meliputi pendapatan, pendidikan formal, dan waktu luangpenelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang diambil secara random yaitu Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Genteng, dan Kecamatan Sempu. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah cluster sampling (Sugiyono, 2017). Rumus perhitungan besar sampel penelitian menggunakan rumus Lemeshow (1990). Total responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 168 responden, dengan 56 responden di tiap kecamatan. Alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah gadget (handphone, laptop atau komputer), lembar kertas kuesioner, dan kuesioner online. Metode yang dilakukan adalah melakukan analisis data secara statistik menggunakan uji korelasi non parametrik Spearmen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa kuesioner. Risiko karies gigi menggunakan kuesioner berdasarkan indeks karies, faktor risiko karies, dan faktor proteksi gigi menurut CAMBRA (Caries Management by Risk Assessment). Sedangkan Kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi juga menggunakan kuesionerberdasarkan OHIP- 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden pralansia (45-59 tahun) dan lansia (60 tahun keatas) adalah perempuan. Responden kelompok pralansia memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lansia. Selain itu, kelompok lansia dan pralansia memiliki risiko karies sedang. Jika dilihat dari segi kualitas hidup, maka kelompok lansia sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pralansia. Hasil analisis data menggunakan program SPSS 26 dengan analisis korelasi spearman menunjukkan korelasi sebesar -0,214(**) yang didefinisikan memiliki hubungan kuat dalam arah negatif. Koefisien korelasi yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko karies seseorang, maka semakin rendah kualitas hidupnya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin tinggi ix risiko karies yang diderita oleh kelompok pra-lansia dan lansia, maka semakin rendah kualitas hidup lansia
Description
Reaploud Repository February_Hasyim
