Efektivitas Biosorben Ampas Tebu Teraktivasi Asam Hcl Untuk Menurunkan Kadar Zat Warna Limbah Cair Batik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini mengkaji masalah pencemaran air limbah industri tekstil, khususnya pada industri batik rumahan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Latar belakang penelitian mencerminkan peningkatan industri tekstil sejak tahun 2001 di Provinsi Jawa Timur. Penggunaan pewarna sintetis dan alami, seperti tumbuhan jati, menciptakan air limbah dengan kandungan zat warna tinggi, yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas biosorben dari ampas tebu yang diaktivasi dengan asam HCl dalam menurunkan kadar zat warna pada limbah cair tekstil. Metode penelitian mencakup persiapan bahan penelitian, persiapan limbah ampas tebu, pembuatan biosorben ampas tebu teraktivasi, pretreatment limbah cair batik, uji adsorpsi kadar zat warna, analisis kadar warna, dan analisis efisiensi zat warna.
Massa biosorben yang digunakan memiliki variasi 0,1; 0,2; 0,3; dan 0,4. Waktu kontak yang digunakan memiliki variasi 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan
60 menit. Vasiasi massa dan waktu kontak dipasangkan dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Pengukuran nilai absorbansi berdasarkan larutan standar 100 Pt-Co, 200 Pt-Co, 300 Pt-Co, dan 400 Pt-Co. Pengukuran nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-VIS dengan ketentuan panjang gelombang 450 nm. Panjang gelombang yang digunakan berdasarkan nilai kurva kalibrasi pada SNI 6989.80:2011 dengan membandingkan nilai koefisien regresi linear pada panjang gelombang 450-465 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa biosorben sebesar 0,4 gram dan waktu kontak selama 30 menit memberikan efektivitas terbaik dalam mengurangi kandungan zat warna pada air limbah batik dengan persentase penyisihan sebesar 60,98%. Penggunaan ampas tebu sebagai adsorben menunjukkan potensi yang baik, dengan karakteristik selulosa yang tinggi dan gugus aktif karboksil serta lignin yang mendukung proses adsorpsi. Analisis statistika dengan uji Two Ways ANOVA mengungkapkan bahwa massa biosorben memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi penyisihan kadar warna,
sementara waktu kontak tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Biosorben dari ampas tebu dapat dijadikan alternatif yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengatasi pencemaran air limbah tekstil sebagai pengolahan lanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada upaya mitigasi dampak negatif industri tekstil terhadap lingkungan.
Description
Reupload Repositori File 23 Januari 2026_Kholif Basri
