Willingness to Pay Petani Padi terhadap Jasa Sewa Combine Harvester di Desa Gumukmas Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kelangkaan tenaga kerja akibat menurunnya sektor tenaga kerja pertanian
khususnya ketika musim panen raya mengakibatkan petani resah akan kehilangan
hasil panen. Pemanenan merupakan tahapan krusial dalam usahatani karena dapat
memengaruhi produksi gabah. Pemanenan padi membutuhkan relatif banyak
tenaga kerja yang meliputi kegiatan memotong dan merontokkan padi. Alternatif
untuk mengatasi keresahan petani dapat menggunakan pemanenan combine
harvester dalam kegiatan pemanenan padi. Tahun 2017 Desa Gumukmas telah
menerima bantuan combine harvester namun ditarik kembali karena minimnya
teknisi ahli dan kebermanfaatan mesin yang kurang optimal. Namun pada tahun
2024 fenomena kelangkaan tenaga kerja dan tingginya upah mendorong petani
untuk beralih ke pemanenan modern menggunakan combine harvester. Hal ini
didukung dengan adanya penawaran jasa sewa combine havester dari desa lain yang
dimiliki perorangan dengan tarif Rp1.600.000 – Rp2.000.000 per hektar. Kondisi
tersebut membuka peluang bagi petani padi untuk menggunakan jasa sewa mesin
combine harvester dalam kegiatan pemanenan padi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran kesediaan membayar
lebih (willingness to pay) petani padi terhadap jasa sewa combine harvester dan
mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nilai kesediaan membayar petani padi.
Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive method atau secara sengaja.
Pengambilan sampel dengan teknik probability sampling dan teknik proportionate
stratified random sampling yang berjumlah 44 responden. Metode penelitian yang
digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis. Jenis data yang
digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder
diperoleh dari instansi terkait dan studi pustaka. Nilai rata-rata kesediaan membayar
jasa sewa combine harvester dianalisis dengan metode Contingent Valuation
Method (CVM) dan faktor-faktor yang memengaruhi nilai kesediaan membayar lebih petani terhadap jasa sewa combine harvester dianalisis menggunakan regresi
linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kesediaan membayar
(willingness to pay) petani padi terhadap jasa sewa combine harvester adalah
sebesar Rp1.936.363 lebih rendah dibandingkan dengan penawaran dari penyedia
jasa sewa combine yakni Rp1.600.000 – Rp2.000.000 per hektar. Faktor-faktor
yang berpengaruh signifikan positif terhadap kesediaan membayar lebih jasa sewa
combine harvester yang telah dianalisis dengan tingkat kepercayaan 90% adalah
lama usahatani, produksi gabah kering panen, upah tenaga kerja panen, kondisi
lahan, dan kesulitan mencari tenaga kerja panen. Sementara faktor-faktor yang
berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai WTP petani jasa sewa combine
harvester antara lain usia dan luas lahan. Faktor-faktor yang tidak signifikan
memengaruhi adalah pendidikan dan jarak lahan ke jalan usahatani.
Description
Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudi H/Ardi
