Hubungan Peran Kepemimpinan Kepala Ruang dengan Pelaksanaan Patient Centered Care di Rumah Sakit Parru
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kolaborasi antara tenaga medis, pasien dan keluarga penting dalam pengambilan keputusan perawatan (Rosa dkk., 2018). Patient Centered Care (PCC) memfasilitasi kolaborasi tersebut untuk pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan kebutuhan, pilihan dan kemauan pasien serta memastikannya memperoleh informasi yang dibutuhkan secara jelas (Yulia, 2023). Perawat menjadi salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam penerapan PCC di rumah sakit. Perawat harus mampu menerapkan PCC dalam memberikan pelayanan kepada pasien, karena faktor yang mempengaruhi kepuasan dan kesembuhan pasien yaitu hubungan antara pemberi pelayanan kesehatan dengan pasien dan keluarga (Rosa dkk., 2018). Penerapan PCC di rumah sakit harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan, tetapi kenyataanya penerapan PCC bukanlah hal yang mudah karena terdapat beberapa masalah atau hambatan yang ditemukan. Penerapan PCC yang optimal di rumah sakit terbukti dapat mengurangi lamanya rawat inap, dengan hal ini apabila lama rawat inap berkurang maka beban kerja perawat juga akan berkurang dan sebaliknya apabila pelaksanaan PCC tidak optimal maka lama rawat inap akan bertambah dan berdampak pada beban kerja perawat (Araki, 2019). Penerapan PCC erat kaitanya dengan peran kepemimpinan, karena dalam pelaksanaan PCC di rumah sakit, peran pemimpin sebagai pemberi manfaat dan dorongan untuk menciptakan layanan keperawatan yang bermutu sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan pasien (Talahatu & Tasijawa, 2021).
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap, IGD, HCU, NICU, ICU, instalasi bedah dan ruang perinatologi Rumah Sakit Paru, Jember. Teknik sampling dalam penelitian ini
yaitu total sampling dengan total sampel 111 perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan untuk mengukur peran kepemimpinan kepala ruang mengunakan kuesioner peran kepemimpinan yang diadaptasi dari Nazua,( 2019) dengan jumlah pertanyaan 14 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur PCC menggunakan kuesioner yang dimodifikasi dari Tunny dkk., (2022) dengan jumlah 43 item pertanyaan dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden dalam penelitian didapatkan bahwa rata-rata usia responden 34,17. Lama kerja perawat pelaksana dengan median 6 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 67 perawat (60,4%). Pendidikan terakhir responden paling banyak ners dengan jumlah 65 perawat (58,6%). Persepsi perawat terhadap peran kepemimpinan kepala ruang didapatkan hasil bahwa peran kepemimpinan dinyatakan baik dengan nilai rata-rata 48,13 dan nilai minimal-maksimal 21-56. Kepemimpinan dengan rata-rata paling tinggi yaitu pada peran Informasi dengan nilai rata-rata 20,68. Sedangkan nilai rata-rata paling rendah yaitu pada peran pengambilan keputusan dengan nilai 9,97. Pelaksanaan PCC di Rumah Sakit Paru Jember dinyatakan baik karena nilai rata-rata responden mendekati nilai maksimal, yaitu dengan nilai rata-rata 110,14 dan nilai minimal-maksimal 52-129. Berdasarkan 8 dimensi seluruh dimensi telah dinyatakan baik karena semua nilai rata-rata mendekati nilai maksimal. Hubungan antara peran kepemimpinan kepala ruang dengan pelaksanaan PCC diperoleh hasil berhubungan secara signifikan dengan p-value 0,001 < 0,005. Kekuatan hubungan yaitu lemah dengan nilai koefisien korelasi 0,135. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin baik peran kepemimpinan kepala ruang maka penerapan PCC juga semakin baik dan sebaliknya. Peneliti berasumsi bahwa perawat yang telah merasakan peran kepemimpinan yang dilakukan secara baik oleh kepala ruang maka akan selalu menaati dan melaksanakan arahan terkait pelaksanaan PCC di rumah sakit.
Description
Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Teddy/Hendra
