Analisis Associated Factors pada Taktik Orientasi terhadap Pengalaman Pengguna pada BVI dan Sighted User menggunakan Metode Tap dan Ueq+ (Studi Kasus : Aplikasi Lazada)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Komputer

Abstract

Penggunaan e-commerce sebagai platform jual beli di era digital saat ini dapat dengan mudah diakses melalui smartphone. Kemudahan yang dirasakan pengguna untuk berbelanja ataupun berjualan perlu ditunjang dengan user experience yang baik sehingga dapat digunakan dengan nyaman oleh semua kelompok pengguna atau potential user. Kesan atau pengalaman pertama penggunaan aplikasi menjadi fase penting untuk keberlanjutan user menggunakan aplikasi tersebut. Suatu tindakan yang dilakukan pengguna untuk berdaptasi pada penggunaan aplikasi pertama kali disebut dengan taktik orientasi. Untuk memilih aplikasi yang sesuai, observasi pada kelompok pengguna berpenglihatan normal (sighted) dan blind visually impaired (BVI) dilakukan. Aplikasi Lazada terpilih karena merupakan aplikasi yang jarang digunakan. Peningkatan kenyamanan pengguna pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode think aloud protocol (TAP) dan UEQ+. Hasil evaluasi user experience pada metode UEQ+ untuk kelompok BVI adalah skala dependability yang memiliki nilai skala terkecil sehingga perlu ditingkatkan. Sedangkan pada kelompok sighted, skala clarity merupakan skala yang perlu dilakukan peningkatan pada aplikasi. Melalui proses TAP, ulasan verbal pengguna dikumpulkan dengan memberikan task pengujian yang didasarkan pada tujuh taktik orientasi yaitu explore features (EF), explore structure (ES), formulating a search (FS), examining search result (ER), reading information (RI), checking current location (CL), dan skimming content (SC). Penggunaan setiap taktik orientasi didasari oleh faktorfaktor terkait atau associated factors yang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu system, user, dan interaction outcome. Terdapat perbedaan associated factors yang mendasari penggunaan setiap taktik pada kelompok sighted dan BVI. Faktor prior experience (PE) menjadi faktor yang paling banyak mendasari penggunaan suatu taktik pada kelompok sighted. Penggunaan lima dari tujuh taktik orientasi didasari oleh faktor PE. Sedangkan faktor confusion (CF) merupakan faktor terbanyak yang mendasari penggunaan taktik orientasi pada kelompok BVI yakni pada penggunaan empat taktik dari tujuh taktik orientasi. Selanjutnya dilakukan prioritisasi associated factors pada setiap taktik untuk menjadi fokus yang akan diberikan rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian berdasarkan penggunaan dua metode tersebut menunjukkan masih terdapat beberapa temuan penelitian yang perlu dilakukan perbaikan. Rekomendasi implikasi desain telah dirumuskan berdasarkan hasil prioritisasi associated factors dan skala terkecil pada UEQ+ untuk membantu peningkatan kenyamanan yaitu berupa 16 saran deskriptif, satu information architecture, satu BPMN, tiga sitemap, dan satu actity diagram.

Description

Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By